Kota Yogyakarta

Mensos Wacanakan Penyaluran Bansos Bekerjasama dengan Agen SPAK

Ia mengaku sangat mengapresiasi gerakan SPAK dalam upaya pencegahan korupsi di Indonesia.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham, saat menghadiri perayaan HUT ke-4 SPAK, di titik nol kilometer Yogyakarta, Sabtu (21/4/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham, mewacanakan adanya kerjasama dalam hal penyaluran bantuan sosial (Bansos) bersama agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK).

"(Program konkret bersama SPAK), kita nanti bicarakan bersama-sama. Terserah mereka (SPAK) maunya apa. Nanti kita ada pertemuan. Saya sudah tugaskan kepada Sekjen untuk koordinasi (bersama) SPAK, nanti program-program ke depan seperti apa. Bisa saja nanti bansos, penyaluran bansos mereka memberikan arahan-arahan kepada ibu-ibu dikampung. Bisa saya buat seperti itu," ujar Idrus, dalam perayaan HUT SPAK ke-4, di komplek monumen serangan umum 1 maret, titik nol kilometer kota Yogyakarta, Sabtu (21/4/2018)

Ia mengaku sangat mengapresiasi gerakan SPAK dalam upaya pencegahan korupsi di Indonesia.

Idrus menilai, posisi perempuan sangat strategis dan memiliki peran luar biasa
Dalam rangka untuk pencegahan Korupsi, baik hari ini, maupun proyeksi kedepan.

"Perempuan adalah sutradara rumah tangga. Perempuan menentukan wajah kehidupan rumah tangga. Dan rumah tangga menentukan wajah masa depan Indoensia," terangnya.

Menurutnya, masa depan generasi muda Indonesia ada ditangan perempuan. Perempuan memiliki banyak peran, diantaranya, membina, mendidik, mengembangkan potensi sampai menumbuhkan semangat dan etos kerja bagi anak-anaknya.

"Semua ada disitu. Siapa yang memegang peranan, ya perempuan," tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap gerakan saya perempuan anti Korupsi semakin massif. Bukan hanya ada di 34 provinsi, tetapi di semua daerah termasuk dielemen-elemen masyarakat.

"Saya harap gerakan ini bisa semakin massif bukan hanya ditingkat Provinsi. Tetapi ada di 514 kota kabupaten dan kota di Indonesia, termasuk ke semua elemen-elemen masyarakat," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved