Pendidikan
Dengan Program Student Loan, Rektor UGM Berharap Tak Ada Lagi Mahasiswa Abadi
UGM menyambut baik dilakukanya kerjasama dengan BRI terkait program Student Loan
Penulis: Rizki Halim | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menyambut baik dilakukanya kerjasama dengan BRI terkait program Student Loan atau disebut juga Briguna Pendidikan.
Ditemui seusai menandatangani MoU dengan BRI, Rektor UGM, Panut Mulyono, menaruh harapan besar dengan program student loan tersebut.
"Melalui student loan, mahasiswa bisa fokus dengan studinya, supaya mereka tidak kesana-kemari mencari penghasilan tambahan untuk riset, dan dengan terpenuhinya kebutuhan dasar untuk studi, harapannya mahasiswa bisa lebih cepat lulus," urai Panut, Jumat (20/4/2018).
Dengan harapan, student loan tidak semata-mata memberi bantuan finansial saja, namun mahasiswa yang menerimanya dapat memiliki tanggung jawab, dan akan terpacu untuk dapat lulus tepat waktu.
Karena, saat ini, diakui Rektor UGM, masih banyak mahasiswanya yang belum dapat lulus tepat waktu, sesuai dengan kurikulum.
"Kalau mereka cepat lulus kan nanti bisa memberi kesempatan untuk adik-adiknya, nanti karena tidak ada akumulasi yang menyebabkan adanya mahasiswa abadi yang dulu ada, tapi sekarang tidak ada lah," lanjut Panut dengan nada bercanda.
Tidak hanya untuk biaya kuliah dasar, nantinya student loan juga akan bisa digunakan untuk membantu mahasiswa pascasarjana yang kesulitan biaya dalam melakukan riset penelitian.
"Untuk Strata 2 dan Strata 3 dengan dana penelitian, mereka bisa memanfaatkan dengan membuat penelitian yang bagus dan publikasi yang bagus," kata Panut.
Rencananya, student loan akan diberikan pihak UGM dan BRI kepada mahasiwanya yang memang secara finansial membutuhkan agar dapat mendukung percepatan studi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ugm-bri-kerjasama_20180420_211312.jpg)