Krisis Suriah
Israel Tak Akan Kendurkan Serangan ke Suriah 'Kami Akan Memelihara Hak Bertindak Bebas'
Pemerintah Israel menyatakan, mereka tidak akan menerima keputusan pembatasan apapun di wilayah udara Suriah dan sekitarnya.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, TEL AVIV - Pemerintah Israel menyatakan, mereka tidak akan menerima keputusan pembatasan apapun di wilayah udara Suriah dan sekitarnya.
Israel akan terus di posisi itu sepanjang ancaman Iran tidak dieliminasi. Sikap ini disampaikan Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, Senin (16/4/2018) malam waktu Tel Aviv.
Lieberman menggarisbawahi, jalinan komunikasi intens dengan militer Rusia yang jadi pendukung Suriah, ia harapkan bisa menghindari friksi di lapangan.
Tujuh hari lalu, sebelum serangan serentak trio AS, Inggris dan Prancis, jet tempur Israel menghantam pangkalan T-4 di Homs, menewaskan empat tentara Garda Republik Iran.
Baca:
Pasukan Suriah Sukses Bikin Rontok Sembilan Rudal Israel
Sistem Pertahanan Udara Suriah Aktif, Tangkis Rudal-rudal Israel
Lewat Tengah Malam Jet Tempur Israel Kembali Bombardir Suriah
Selasa (17/4/2018) dini hari waktu Damaskus, Israel kembali menggempur Suriah. Targetnya pangkalan udara Al Shayrat, juga di wilayah Homs.
Tahun lalu, pangkalan ini diserang pihak AS menggunakan rudal jelajah Tomahawk. Pada serangan Selasa dini hari tadi, pasukan pertahanan udara Suriah menangkis sembilan rudal.
Serangan kedua ini dilakukan beberapa jam saja setelah Avigdor Lieberman menyatakan Israel akan melindungi kepentingan nasional negara tersebut.
"Kami akan memelihara hak kami bertindak bebas. Kita tak menerima pelarangan apapun di udara demi kepentingan nasional Israel," kata Lieberman dikutip Walla News.
Rusia, yang masih menjaga komunikasi militer dengan Israel, menilai serangan udara sepihak itu perkembangan sangat berbahaya bagi peta keamanan Timur Tengah.
Rusia memiliki pangkalan di Suriah, di Tartus dan Hmeymeim, yabg ditempati sebagian besar armada udara, laut, dan darat mereka.
Sebelumnya, Rusia mengancam akan menembak setiap peluru, rudal, atau pesawat asing yang menargetkan instalasi Rusia di Suriah.
Moskow menempatkan sistem antirudal S-400 di Hmeymeim Air Base, guna melindungi aset dan personil militer Rusia di negeri yang sudah tujuh tahun dikoyak perang.(Tribunjogja.com/ RussiaToday/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/roket-israel-bombardir-suriah_1_20180417_101606.jpg)