Dua Kisah Nyata Rogo Sukmo Mirip di Film Insidious

Pernahkah kamu merasakan seolah-olah roh keluar dari tubuh? Seperti ajian rogo sukmo atau mirip dalam adegan film insidious. Aneh!

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
IST
Rogoh Sukmo, saat seseorang bisa keluar dari tubuhnya 

'Saya merasa diri saya bergerak, atau, lebih tepatnya, dapat membuat saya merasa seolah-olah saya sedang bergerak. Saya tahu betul bahwa saya tidak benar-benar bergerak. Tidak ada dualitas tubuh dan pikiran ketika ini terjadi. Bahkan, saya sangat sensitif terhadap tubuh saya pada saat itu, karena saya berkonsentrasi sangat keras pada sensasi bergerak' urainya.

Peneliti Claude Messier dan rekan penulis kertas Andra M. Smith mewawancarai wanita itu dan menyuruhnya menjalani pemindaian otak selama mengalami peristiwa itu.

Apa yang mereka temukan adalah bahwa selama OBE berlangsung, aktivasi otak terbatas pada sisi kirinya saja. Ini tidak biasa karena biasanya kedua sisi otak aktif ketika kebanyakan orang membayangkan sesuatu atau skenario.

Selain itu, korteks visual wanita ini diketahui dalam posisi tidak aktif. Padahal kebanyakan orang justru akan aktif jika membayangkan sesuatu yang terjadi di kepala mereka.

Para peneliti sampai pada kesimpulan bahwa perlu penelitian lebih lanjut untuk memelajarinya sebelum bisa menarik kesimpulan yang lebih rinci.

Jelas, keterbatasan utama dari penelitian ini adalah ketergantungan para peneliti pada peserta yang melaporkan pengalamannya dengan jujur.

Namun diyakini bahwa fenomena itu mungkin lebih luas daripada yang diyakini.

Sangat mungkin bahwa mereka yang memiliki kemampuan unik ini tidak menganggapnya luar biasa dengan cara apa pun dan dengan demikian memilih untuk tidak membaginya dengan orang lain.

Ada kemungkinan bahwa kita semua memiliki kemampuan ini sebagai anak-anak tetapi kehilangannya saat kita beranjak tua.

Contoh kedua, terjadi pada tahun 1968.

Dr. Charles Tart, profesor psikologi di University of California-Davis, mempelajari seorang wanita anonim, yang kemudian dinamai Miss Z.

Wanita itu mengaku dapat meninggalkan tubuh kapan pun dia mau.

Untuk memastikan bahwa pengakuan wanita ini jujur, Dr Tart meminta wanita itu tidur, kemudian melakukan rogoh sukmo alias OBE.

Peneliti lantas menempatkan nomor-nomor acak di atas rak tempat tidur wanita itu.

Kemudian dia diminta untuk memeriksa dan menyebutkan nomor acak tersebut.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved