Pendidikan
Mahasiswa Arsitek UAJY Peduli Keberlanjutan Lingkungan
Sebagai implementasi tema dalam event ini, mereka pun menggunakan barang-barang bekas yang dapat di daur ulang dalam membuat karya.
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
Sementara itu, wakil ketua Sepekan Arsitektur, Christo Imantaka (Mahasiswa arsitektur 2016), mengatakan dipilihnya tema besar sustainable lantaran pihaknya ingin menggambarkan bahwa arsitektur secara tidak langsung berperan untuk menjaga bumi.
Ia ingin mengajak agar para arsitektur lebih banyak menggunakan material-material yang ramah lingkugan.
Sebagai implementasi tema dalam event ini, mereka pun menggunakan barang-barang bekas yang dapat di daur ulang dalam membuat karya.
Di lomba mural, peserta berkarya melalui tong bekas obat, kemudia maket yang digunakan dalam pemeran juga dari material yang sustainable.
"Dari segi lokalitas, kami ingin menyadarkan masyarakat tentang keberlanjutan bumi kita. Dari segi arsitektur, jelas Indonesia memiliki bahan-bahan yang ramah lingkungan dan tetap kuat seperti bambu," ulasnya.
Menurutnya, bangunan adat yang di Indonesia dibangun dengan prinsip sustainable.
Namun hal itu semakin ditinggalkan, dan mereka yang membangun sebuah rumah atau gedung hanya mencara praktis dan cepat, tapi kesadaran akan keberlanjugan lingkungannya berkurang.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sepekan-arsitektur-uajy_20180416_201119.jpg)