Semarak HUT Ke 7 Tribun Jogja

Campursari Rempong, Grup Musik Serba Bisa Asal Yogyakarta

Grup ini melestarikan campursari yang semakin hari semakin punah. Namun grup ini juga bisa segala genre musik, baik dangdut, pop, qasidah.

Campursari Rempong, Grup Musik Serba Bisa Asal Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Grup Campursari Rempong asal Yogyakarta saat memeriahkan perayaan ulang tahun Tribun Jogja ke-7 di Kantor Tribun Jogja, Rabu (11/4/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah

TRIBUNJOGJA.COM - Grup musik serba bisa.

Hal tersebutlah yang coba dibangun oleh Grup Campursari Rempong asal Yogyakarta ini.

Berawal dari keinginan untuk bisa membentuk suatu grup yang bisa memainkan jenis musik apapun pada akhir 2016 lalu, kini nama Rempong sudah semakin dikenal.

Baik di kalangan muda sampai dengan yang tua.

Grup ini terdiri dari 4 penyanyi, 9 pemain alat musik serta beberapa orang yang membantu dalam mengurusi manajerial.

Konciet Mahendra, selaku ketua dari grup ini mengaku ide untuk menciptakan grup musik yang serba bisa terinspirasi dari keinginan dia dan kelompoknya untuk menciptakan grup yang memiliki karakter tersendiri dan yang belum banyak ada.

“Kita berpikir, apa ya yang belum pernah ada. Sebenarnya kita memang ingin melestarikan campursari yang semakin hari semakin punah. Namun di dalamnya, kita juga bisa segala genre musik, baik dangdut, pop, qasidah. Karekter kita yang beda itulah yang membuat orang mudah mengenali kita,” terangnya.

Mengenai kostum, Konciet mengaku bahwa grupnya juga menyesuaikan pakaian apa yang akan dikenakannya.

Akan tetapi jika memungkinkan, pakaian jawa lah yang akan dia dan grupnya dahulukan.

“Kita pakaian juga menyesuakan acara. Kalau di wedding kita pakai kebaya dan blangkon. Kalau di hotel kita pakai jas. Tapi kita lebih mengutamakan pakaian Jawa,” ungkapnya.

Konciet mengaku, dalam satu hari bisa sampai 5 job yang grupnya datangi.

Mengenai wilayah manggung, saat ini Rempong masih fokus di Yogyakarta.

Saat ini, Rempong juga sudah memiliki fans yang diberi nama Sarung (Salam Rempong).

“Sebanarnya panggilan luar DI Yogyakarta juga banyak. Namun, kita lebih mendulukan Yogya dulu. Kalau nama Sarung yang menciptakan dari fans kita sendiri. Kita juga punya salam hormat, yang mana itu maknanya kita menghormati semua grup musik, dan itu sebagai rasa kekeluargaan kita,” ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved