Mengapa Hewan Tidak Bisa Berjerawat Sedangkan Manusia Bisa? Ini Penjelasannya

Menurut ahli teori evolusi Stephen Kellet dan Paul Gilbert, evolusi pada manusia telah menghilangkan banyak sekali rambut pada manusia.

Editor: Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM - Satu dari beberapa masalah kesehatan yang dialami banyak orang adalah jerawat.

Jerawat di wajah adalah salah satu hal yang paling mengesalkan.

Tapi, tahukah Anda ternyata jerawat ada hubungannya dengan masa lalu evolusi kita?

Hal ini pula yang membedakan manusia dengan hewan

Wajah kita sangat mudah dihiasi jerawat, namun tidak dengan hewan.

Jerawat yang secara ilmiah dikenal sebagai Acne vulgaris, sebenarnya muncul ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak kulit dan sel kulit mati.

Benjolan merah yang meradang disebabkan oleh iritasi sebagai respon terhadap Propionibacterium acnes, bakteri penyebab jerawat yang tinggal di kulit tiap orang.

Baca: Ini Sebabnya Ada Orang yang Mudah Berjerawat dan Ada yang Tidak

Dilansir IFL Science, Sabtu (7/4/2018), sebenarnya kebersihan hanya menyumbang sedikit faktor terkait munculnya jerawat.

Justru, faktor diet dan genetika yang banyak berperan menimbulkan jerawat.

Jerawat yang umumnya muncul saat masa pubertas, timbul karena perubahan hormon yang mengakibatkan kelenjar sebasea pada kulit mengeluarkan lebih banyak sekresi berminyak yang dikenal dengan istilah sebum.

Sebagian besar mamalia menghasilkan sebum untuk melumasi dan melembabkan kulit dengan menciptakan lapisan lilin.

Cara ini juga digunakan kulit sebagai penghalang kuman agar tidak menembus kulit.

Menurut ahli teori evolusi Stephen Kellet dan Paul Gilbert, evolusi pada manusia telah menghilangkan banyak sekali rambut pada manusia.

Meski demikian, kelenjar sebaceous tetap memompa sedikit sebum di kulit kita.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved