PP Ulul Albab Balirejo Gelar Seri Diskusi Perpajakan
Dalam rangka memperingati hari lahir nya yang kelima, Pondok Pesantren (PP) Ulul Albab Balirejo mengadakan Seri Diskusi Perpajakan
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja Yosef Leon Pinsker
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rangka memperingati hari lahirnya yang kelima, Pondok Pesantren (PP) Ulul Albab Balirejo mengadakan Seri Diskusi Perpajakan pada Jumat (6/4/2018) di Mushola PP Ulul Albab.
Kegiatan ini mendatangkan Kepala Kantor Pajak Pratama Bantul, Budi Wiyanto sebagai narasumber yang membawakan materi tentang "Hak dan Kewajiban Wajib Pajak."
Pengasuh PP Ulul Albab Balirejo, Kiai Ahmad Yubaidi dalam sambutannya mengatakan acara ini merupakan rangkaian peringatan hari lahir yang jatuh pada tanggal 3 Maret lalu.
Dinamakan dengan Majelis Belajar Bersama Kepala Pajak Pratama Bantul, materi ini merupakan lanjutan materi yang telah diberikan pada acara sebelumnya.
Baca: Oknum PNS Perpajakan Karaoke sambil Bawa Sabu 0,64 gram
Rangkaian peringatan ini diawali dengan kegiatan ziarah ke makam para Walisongo, diikuti oleh semua santri dan santriwati ditambah dengan ziarah ke makam leluhur PP Kyai Haji Misbachul Munir atau KH Abdul Chafied serta KH Hamim Jazuli atau Gus Miek di Kediri.
Selanjutnya diadakan pula kegiatan pengajian, lomba MTQ, mewarnai kaligrafi, adzan, donor darah, dan khitanan massal yang akan dilakukan Sabtu (7/4/2018) besok.
Kemudian pada perayaan puncak yang akan diadakan tanggal (15/4/2018) dilakukan penyerahan piala dan pengajian yang akan dihadiri oleh Wakil Bupati Bantul, Ketua OJK DIY, serta Kepala Pajak Pratama Bantul.
Kiai Ahmad Yubaidi, juga menambahkan bahwa semoga nantinya para santri dan santriwati PP Ulul Albab menjadi santri dan santriwati yang Soleh dan Solehah, serta menjadi orang-orang yang sukses di DIY.
Baca: Kejati DIY Telah Proses Empat Kasus Pidana Perpajakan
"Santri itu adalah harapan dari masa depan negara Republik IndonesiaI dan diharapkan mampu menyelesaikan permasalah bangsa. Kita juga bukan santri yang kurang pergaulan, tidak melek ilmu, tidak melek teknologi, dan ilmu pengetahuan," jelasnya.
Selain daripada ilmu agama, akhlak, dan sifat santri dan santriwati juga diharapkan tidak boleh ketinggalan dengan perkembangan jaman yang semakin cepat.
Dalam pemaparannya, Budi Wiyanto tampak tenang dengan sesekali menyelipkan gurauan pada materi diskusi.
Para santri dan santriwati juga tampak antusias dalam diskusi ini, banyak yang menjawab pertanyaan yang diberikan oleh narasumber, mencatat materi yang dijelaskan, serta aktif bertanya pada sesi pertanyaan yang diberikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/seri-diskusi-perpajakan-di-mushola-pp-ulul-albab_20180406_214126.jpg)