Dari Putih Telur, Tanah Liat dan Batu Kapur Kemudian Jadilah Semen Modern

Sebelum mencapai bentuk seperti sekarang, perekat dan penguat bangunan ini awalnya merupakan hasil percampuran batu kapur dan abu vulkanis

net
Ilustrasi 

Bahan-bahan itu kemudian dihaluskan dan dipanaskan  pada suhu tinggi sampai terbentuk campuran anyar. 

Selama proses pemanasan, terbentuklah campuran padat yang mengandung zat besi. Nah,  agar tak mengeras seperti batu, ramuan diberi bubuk gips dan dihaluskan hingga berbentuk partikel-partikel kecil mirip bedak. 

Lazimnya, untuk mencapai kekuatan tertentu, semen Portland berkolaborasi dengan bahan lain.  Jika bertemu air (minus bahan-bahan lain), misalnya, memunculkan reaksi kimia yang sanggup mengubah ramuan jadi sekeras batu. 

Jika ditambah pasir, terciptalah perekat tembok nan kokoh. Namun untuk membuat pondasi bangunan, campuran tadi biasanya masih ditambah dengan bongkahan batu atau kerikil, biasa disebut concrete alias beton. 

Beton bisa disebut sebagai mahakarya semen yang tiada duanya di dunia. Nama asingnya, concrete - dicomot dari gabungan prefiks bahasa Latin com, yang artinya bersama-sama, dan crescere (tumbuh). 

Maksudnya kira-kira, kekuatan yang tumbuh karena adanya campuran zat tertentu. Dewasa ini, nyaris tak ada gedung pencakar langit berdiri tanpa bantuan beton. 

Meski bahan bakunya sama, "dosis" semen sebenarnya bisa disesuaikan dengan beragam kebutuhan. 

Misalnya, jika kadar aluminanya diperbanyak, kolaborasi dengan bahan bangunan lainnya bisa menghasilkan bahan tahan api. Ini karena sifat alumina yang tahan terhadap suhu tinggi. 

Ada juga semen yang cocok buat mengecor karena campurannya bisa mengisi pori-pori bagian yang hendak diperkuat. 

Manusia modern memang tak bisa berkelit dari semen. Barangkali itu sebabnya, meski harga jualnya di pedalaman Papua bisa Rp 300.000,- - Rp 700.000,- per zak (di Pulau Jawa cuma puluhan ribu saja), semen tetap saja dicari. (Icul/dari berbagai sumber – Intisari Agustus 2001) 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved