Arca Ganesha di Makam Mangli Lenyap : Sulit Dinalar !
Arca Ganesha yang baru saja ditemukan itu ternyata hilang tanpa jejak. Sulit memperkirakan bagaimana arca berukuran besar itu bisa hilang
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anis Efizudin masih terheran-heran dengan kecanggihan pihak yang mengambil arca Ganesha dari komplek makam Mangli di Desa Muntung, Candiroto, Temanggung.
"Baru siang ditemukan, malam hujan deras, paginya arca itu sudah lenyap. Nyaris tidak ada jejak lagi. Udah diubek-ubek warga nyarinya, nihil," kata Anis kepada Tribunjogja.com, Kamis (5/4/2018).
Arca gajah bertubuh manusia itu ditemukan para penggali makam yang ditugaskan memindahkan isi makam keluarga Mulyo Dijoyo. Tokoh ini Kepala Desa Muntung pada era 45.
Baca: Geger! Baru Saja Ditemukan, Arca Ganesha Zaman Mataram Kuno Hilang Tanpa Jejak
Ada tujuh makam yang akan dipindah. Ke-7 jasad di makam itu dulu jadi korban pembantaian tentara Belanda di daerah Tegal Jalakan.
Momen penting itu jadi agenda rutin warga Desa Muntung setiap 17 Agustus. Warga selalu berziarah dan menggelar upacara di makam tujuh pejuang ini.
Namun karena letaknya terlalu jauh, ada usulan agar tujuh makam ini dipindahkan ke pemakaman umum saja, supaya mudah diakses masyarakat.
Saat cangkul penggali makam membentur benda keras pada 11 Februari 2018, benda itu langsung diangkat beramai-ramai dan diletakkan di pinggir makam.
Anis karena memiliki hubungan baik dan luas dengan kalangan pemerintahan, langsung memberitahu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Temanggung agar diperiksa.
Tapi hanya bertahan semalam di makam, benda kuno itu paginya diketahui lenyap nyaris tanpa jejak.
Ia pun masih belum bisa memahami dengan alat apa arca besar itu bisa mendadak hilang.
“Secara nalar sulit sekali membawa patung besar tersebut. Meski digotong empat orang lelaki dewasa sekalipun, tidak mudah mengingat jalan dari dan ke makam yang berundai-undak," bebernya.
Jarak dari makam yang ada di sebuah bukit kecil di pinggiran desa, menuju jalan terdekat sekitar 150 meter.
"Lantas kalau dicuri, mereka pakai apa?" kata Anis penasaran.
Anis tidak berani menduga arca kuno itu dicuri kelompok pemburu barang antik dan harta karun. Sebab, info penemuan saat itu masih terbatas diketahui penggali makam, perangkat desa dan Babinkamtibmas.
"Saya kurang tahu apakah ada yang mendistribusikan foto temuan benda itu sampai viral, sehingga diketahui banyak pihak. Waktu itu saya ya tahunya masih terbatas di kalangan warga saja," kata Anis Efizudin.
Penggali makam yang ditugaskan waktu itu ada 11 orang, ada perangkat desa, ada Babinkamtibmas.
"Saya tahunya pertama ya dari grup WA desa. Entah jika kemudian menyebar hingga kabar sampai ke tangan para pemburu," katanya.
Dari cirinya, arca Ganesha itu diduga kelengkapan bangunan candi Hindhu. Jika terpendam di komplek makam Mangli, diduga lokasi itu dulunya bekas candi kuno.
"Dulu waktu saya kecil juga pernah lihat ada arca Ganesha di makam itu. Ada di permukaan, tapi entah seksrang di mana. Batuan candi banyak ditemukan di situs inu," lanjut Anis.
Desa Muntung terletai sekitar 7 kilometer dari Situs Kuno Liyangan. Desa ini juga berdekatan dengan Umbul Jumprit, dan di sekitar kawasan ini cukup padat temuan artefak dari masa Mataram Kuno.(Tribunjogja.com/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/arca-ganesha-hilang_2_20180405_154123.jpg)