Perlu Diketahui, Ini Beberapa Penyebab Kebutaan dan Gangguan Penglihatan pada Anak

Kebutaan dan gangguan penglihatan pada bayi dan anak-anak disebabkan oleh berbagai hal.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Prof dr Suhardjo SU SpM (K) saat menggelar jumpa pers di RSUP Dr Sardjito, Senin (2/4/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Salah satu masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat dunia adalah gangguan penglihatan dan kebutaan.

Hal tersebut dituturkan langsung oleh Dokter Spesialis Mata RSUP Dr Sardjito, Prof dr Suhardjo SU SpM (K), saat menggelar jumpa pers, Senin (4/3/2018).

World Health Organization (WHO) pada tahun 2009 menyatakan bahwa terdapat 45 juta orang mengalami kebutaan di seluruh dunia, dan 135 juta orang dengan low vision.

Low vision merupakan kondisi dimana ketajaman penglihatan dengan koreksi terbaik, pada mata yang paling sehat 6/18 sampai dengan 3/60.

Dokter Spesialis Mata RSUP Dr Sardjito Prof dr Suhardjo SU SpM (K) menuturkan, kebutaan dan gangguan penglihatan pada bayi dan anak-anak disebabkan oleh berbagai hal.

"Pada bayi yang dilahirkan prematur dapat timbul gangguan perkembangan saraf mata (retina) yang disebut dengan Retinopathy of Prematurity (ROP)," papar Prof Suhardjo.

Apabila dideteksi sejak dini, gangguan penglihatan karena ROP dapat ditangani dan terhindar dari kebutaan.

"Bayi prematur itu ada kemungkinan terkena ancaman penglihatan, yaitu kelainan retina akibat prematur," lanjutnya.

Prof Suhardjo menambahkan kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan pada anak.

Namun gangguan penglihatan akibat kekurangan vitamin A ini sudah jarang terjadi.

Kelainan mata pada anak yang lainnya yakni mata malas atau amblyopia dan mata juling atau strabismus.

Sedangkan kelainan refraksi menempati urutan pertama pada penyakit mata di Indonesia dengan prevalensi 25 persen dari total populasi atau sekitar 55 juta jiwa.

"Sebanyak 15 persen diantaranya diderita oleh anak usia sekolah. Kelainan-kelainan tersebut apabila dideteksi sejak dini dapat mencegah terjadinya kebutaan pada anak," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved