Demi Ikuti Ujian, Siswa di Gunungkidul Ini Rela Seberangi Sungai Oya

Ia harus rela meninggalkan motornya di rumah dan berjalan kaki ke sekolah dengan menyeberangi sungai.

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Siswa saat menyeberang Sungai Oya, saat berangkat sekolah, Senin (2/4/2018), dan bersiap untuk menempuh UNBK. 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL- Akibat banjir pada November lalu, Jembatan di dusun Jelok, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta roboh. 

Imbasnya, sejumlah siswa di daerah setempat harus rela menyeberang Sungai Oya sepanjang 50 meter dengan perahu yang ditarik oleh tenaga manusia.

Padahal hari ini adalah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK.

Satu diantara murid SMK yang akan mengikuti ujian adalah Danu Rahmadi.

Ia harus rela meninggalkan motornya di rumah dan berjalan kaki ke sekolah dengan menyeberangi sungai.

Jika dipaksakan berangkat menggunakan motor, ia harus memutar sejauh 20 kilometer dengan melewati Hutan Wanagama yang akses jalannya rusak.

"Sedikit terganggu karena membutuhkan waktu yang agak lama, yang seharusnya bisa naik motor tetapi harus berjalan kaki," katanya saat ditemui Tribunjogja.com di lokasi Sungai Oya, Senin (2/4/2018).

Ia berharap agar jembatan segera diperbaiki sehingga tidak perlu menyebrang sungai menggunakan perahu yang ditarik oleh beberapa orang.

"Saya berharap agar jembatan dapat segera diperbaiki," imbuhnya

Tak hanya Danu, Sukri yang merupakan warga setempat juga terkena imbas dari robohnya jembatan tersebut.

Sukri mengatakan, masyarakat harus menyeberang Sungai Oya untuk beraktifitas sehari-hari.

Meski cukup berat, masyarakat di Dusun Jelok memilih menyebrang dibandingkan harus memutar belasan kilometer untuk beraktifitas.

"Masyarakat mengandalkan perahu untuk penyeberangan. Hanya saja, saat terjadi banjir maka perahu akan diistirahatkan," katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Edy Praptono mengatakan tahun ini pemerintah akan membangun tiga jembatan gantung, agar masyarakat dapat beraktifitas secara normal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved