Mengejutkan, 'Jenglot' Mirip Alien Ini Ternyata Benar-benar Manusia!
Kerangka seukuran jenglot ini sebelumnya disebut-sebut sebagai alien, belakangan diketahui bahwa ini merupakan kerangka manusia
TRIBUNJOGJA.com - Ilmuwan baru-baru ini berhasil mengungkap misteri kerangka berukuran mini dengan bentuk menyerupai alien yang ditemukan di Atacama, Chile pada 2003 silam.
Kerangka itu berukuran sangat kecil nyaris mirip dengan jenglot.
Sebelumnya kerangka itu diyakini sebagai alien lantaran memiliki bentuk kepala lonjong dengan tulang iga hanya berjumlah 10 seperti halnya alien yang diperlihatkan di film-film.
Belakangan, berdasarkan kajian DNA diketahui bahwa kerangka itu ternyata manusia dan merupakan kerangka seorang bocah berusia enam tahun yang mengidap kelainan tumbuh kembang tulang, atau dwarfisme.
Adapun, kerangka utuh seperti mumi ini ditemukan di sebuah reruntuhan bangunan gereja di Chile.
Kerangka itu kemudian dibeli oleh kolektor asal Spanyol yang menduga bahwa kerangka itu merupakan mumi dari makhluk luar angkasa. Bahkan kerangka ini sempat diulas dalam sebuah film dokumenter yang menyebutkan bahwa ini merupakan bukti nyata keberadaan alien.
Baca:
Puluhan Mumi Mesir Ini Bawa Pesan dari Alam Baka
Bukan untuk Kamu yang Penakut! Kisah Menyedihkan Dibalik Puluhan Mumi yang Terbelalak Kesakitan
Misterius, Jasad Pelaut Ditemukan Sudah Menjadi Mumi dan Masih Duduk di Ruang Kemudi
Namun, lima tahun kemudian setelah para ilmuwan melakukan serangkaian analisa genetik, mereka memastikan bahwa kerangka itu bukanlah alien.
Sebagaimana dikutip TRIBUNJOGJA.com dari Mail Online, peneliti dari Universitas California dan Universitas Stanford tersebut secara meyakinkan menyebutkan bahwa kerangka itu merupakan manusia, berjenis kelamin perempuan dan meninggal sekitar 40 tahun lalu.
Lantas kenapa kerangka ini berbentuk aneh? Para peneliti menemukan bukti bahwa kerangka itu merupakan milik seseorang yang mengidap dwarfisme.
Dwarfisme sendiri merupakan kelainan yang ditandai dengan tubuh pendek akibat dari kelainan medis atau genetis.
Dikutip dari ALO DOKTER, seorang manusia dewasa dikatakan mengalami dwarfisme bila tinggi badannya hanya mencapai kisaran 147 cm atau lebih pendek. Kondisi ini lebih sering disebut dengan perawakan tubuh yang pendek dibandingkan penyebutan dwarfisme atau dwarf karena dianggap mendiskriminasi kondisi penderita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kerangka-alien_2303_1_20180323_144934.jpg)