Kisah Keberanian Penerjun Pasukan Gerak Cepat Tjepat Menyusup Tapi Malah Mendarat di Markas Belanda
Operasi penerjunan menggunakan Hercules itu merupakan operasi bersejarah karena untuk pertama kalinya
Pertempuran sengit berlangsung secara kacau dan nyaris terjadi saling tembak antarrekan mengingat posisi masing-masing personel yang tersebar ke segala arah.
Tapi karena pasukan Belanda masih dalam posisi terkejut dan kurang siap, mereka memilih mundur ke kota Teminabuan atau lanud terdekat.
Kota Teminabuan jaraknya hanya beberapa kilometer dari kampung Wersar untuk bergabung dengan pasukan induk mereka.
Ketika hari menjelang terang dan untuk sementara personel PGT berhasil memukul mundur pasukan Belanda, mereka kemudian melakukan penyisiran.
Mereka kemudian menemukan sejumlah personel PGT yang gugur seperti Kopral Udara ( KU) II Alex Sungido, KU II Wangko, dan lainnya. Belakangan juga diketahui salah satu rekan mereka, KU II Liud tertangkap.
Selain jatuh di markas musuh, personel PGT lainnya juga mendarat di kampung Wersar.
Personel PGT yang masih tercerai berai lalu segera menyusup masuk hutan untuk konsolidasi.
Guna mengumpulkan personel lainnya mereka berkomunikasi dengan cara meniup peluit.
Pada hari pertama sebanyak enam personel PGT berhasil dihimpun dan dipimpin oleh SMU Ngarbingan.
Hari berikutnya mereka berhasil bertemu dan kemudian bergabung dengan regu yang dipimpin oleh LMU I Suhadi.
Personel PGT yang berkumpul saat itu sebanyak 30 orang. Setelah melaksanakan konsolidasi semua personel PGT segera bersiap melancarkan peperangan secara gerilya. (Sumber: Intisari.grid.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pasukan-gerak-tjepat-pgt-auri-sebelum-terjun-di-irian-barat_20180322_071944.jpg)