Ibu Hamil Tidur Mendengkur, Apa Dampaknya Bagi Sang Janin? Ini Penjelasannya
Pulmonologi adalah salah satu cabang ilmu kedokteran dan subspesialisasi dari ilmu kedokteran penyakit dalam.
Perempuan hamil yang mendengkur memiliki prevalensi kelahiran sesar yang lebih tinggi dan bayi dengan berat lahir rendah.
Mereka mungkin juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami depresi selama kehamilan.
Beruntung, bayi yang lahir dari ibu dengan sleep apnea tetap memiliki perkembangan fungsi otak dan fisik yang sama dengan bayi lainnya.
Namun, sebuah penelitian membuktikan, saat berumur satu tahun, bayi yang lahir dengan ibu dengan sleep apnea, memiliki skor perkembangan sosial yang lebih rendah, dibanding bayi yang lahir dari ibu yang tidak mengalami sleep apnea.
Mendengkur selama kehamilan memang tidak jarang terjadi.
Faktanya, sekitar delapan persen wanita hamil mengaku mendengkur selama trimester pertama, dan lebih dari 21 persen mendengkur pada trimester ketiga.
Jadi, jika gejala mendengkur yang kita alami menunjukkan risiko sleep apnea, ada baiknya untuk menghubungi dokter.
Mengobati sleep apnea selama kehamilan dapat memiliki manfaat kesehatan yang positif, tak cuma bagi si ibu, tapi pun bayi di dalam kandungannya. (*/kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ibu Hamil "Ngorok" dan Efek Negatif bagi Bayi di Rahimnya"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/program-kehamilan_20180211_114420.jpg)