Jeram Progo Layak Jadi Venue Internasional

Selain untuk meningkatkan prestasi atlet, keberadaan venue ini bisa mendongkrak pariwisata dan perekonomian daerah.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
IST
Pembukaan Kejuaraan Terbuka Arung Jeram dan Eksplorasi Sungai Progo 2018 di Jembatan Klangon, Banjaroya, Kalibawang, Selasa (20/3/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sungai Progo dipandang layak dikembangkan lebih jauh sebagai venue olahraga arung jeram kelas internasional.

Selain untuk meningkatkan prestasi atlet, keberadaan venue ini bisa mendongkrak pariwisata dan perekonomian daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) ketua KONI DIY, Triyandi Mulkan mengatakan, survey para ahli di bidang olahraga air tersebut menunjukkan bahwa jeram Progo sangat memiliki karakter dan berada di grade IV atau di atas standar internasional.

Namun, selama ini para penggiat olahraga dunia cenderung memilih Australia sebagai lokasi aktivitasnya dan sama sekali belum menyentuh Asia Tenggara.

Baca: Tim Arung Jeram DIY Targetkan Emas di Kejuaraan Dunia di Jepang

"Sultan (Gubernur DIY) menginginkan ada pengembangan venue arung jeram ini dengan standar internasional. Kami harapkan Sungai Progo di Kulonprogo ini bisa memenuhinya," kata Triyandi seusai membuka Kejuaraan Terbuka Arung Jeram dan Eksplorasi Sungai Progo 2018 di Jembatan Klangon, Banjaroya, Kalibawang, Selasa (20/3/2018).

Kegiatan itu menurutnya bertujuan untuk menemukan beragam potensi yang bisa dikembangkan dari venue arung jeram di Progo tersebut.

Mulai dari potensi sosial ekonomi, ekologi, budaya, pariwisata, hingga keolahragaan.

Dari situ nantinya bisa ditemukan arah tepat dalam pengembangan venue arung jeram Progo yang mampu memberi multiplier effect bagi perkembangan ekonomi dan wisata masyarakat setempat.

Kegiatan eksplorasi arung jeram ini berjarak tempuh sepanjang 56,17 km dan akan berakhir di muara Sungai Progo atau Bendungan Sapon, Lendah pada 24 Maret mendatang.

Sedangkan kejuaraan terbuka arung jeram akan mempertandingkan kelas race dengan jarak 500 meter.

Pembukaan Kejuaraan Terbuka Arung Jeram dan Eksplorasi Sungai Progo 2018 di Jembatan Klangon, Banjaroya, Kalibawang, Selasa (20/3/2018).
Pembukaan Kejuaraan Terbuka Arung Jeram dan Eksplorasi Sungai Progo 2018 di Jembatan Klangon, Banjaroya, Kalibawang, Selasa (20/3/2018). (IST)

Jumlah pesertanya sebanyak 10 tim dari Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) DIY, Brimob dan SAR BPBD se-DIY.

Baca: Menikmati Sensasi Menaklukan Jeram Sungai Progo dengan Metode Oar

"Diharapkan dengan ini muncul potensi ekonomi dan wisata. Jadi, selain untk meningkatkan prestasi atlet, keberadaan venue internasional ini juga bisa menarik wisatawan yang sebelumnya lebih memilih ke Australia. Padahal, di sini lebih murah dan berkarakter," kata Triyandi.

Ketua Panitia, Mulhendra mengatakan hasil eksplorasi nantinya didokumentasikan dalam bentuk buku, foto, maupun film pendek sebagai bahan laporan kepada para pemangku kepentingan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved