Apakah Terpidana Mati Sempat Merasakan Sakit Sesaat Setelah Dipancung? Ini Jawabannya

Jika kepala sudah terputus karena dipancung, apakah seseorang masih bisa melihat atau atau merasakan sakit? Berama lama proses kematiannya?

Editor: Mona Kriesdinar
Cakrawala News
Ilustrasi 

Respon panggilan pertama, kelopak mata Languille perlahan-lahan terangkat, tanpa kontraksi spasmodik. Ini juga terjadi pada panggilan kedua. Namun pada panggilan ketiga, sudah tidak ada reaksi sama sekali.

Kisah-kisah itu tampaknya memberikan kepercayaan pada gagasan bahwa seseorang masih merasa sadar begitu kepalanya terpenggal, meskipun hanya beberapa detik saja.

Namun, sebagian besar dokter modern percaya bahwa reaksi yang dijelaskan di atas sebenarnya merupakan gerakan otot - otot yang refleksif, bukan merupakan gerakan yang secara sadar dilakukan atau bukan merupakan gerakan yang disengaja.

Karena pada dasarnya, otak langsung mengalami koma dan mulai mati begitu tidak ada suplai oksigen.

Dr. Harold Hillman dalam how stuff works science mengatakan bahwa kesadaran akan langsung hilang dalam waktu 2 sampai 3 detik begitu otak terputus dari tulang belakang.

Jadi tidak sepenuhnya mustahil bagi seseorang untuk tetap sadar setelah dipenggal kepalanya meskipun hanya sekejap.

"Kematian terjadi karena pemisahan otak dan sumsum tulang belakang, setelah transeksi jaringan sekitarnya. Ini pasti
menyebabkan nyeri yang amat sangat meski dalam waktu yang sangat singkat," katanya.

Itu pula yang menjadi alasan kenapa Guillotine kemudian tak digunakan di banyak negara. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved