Buah Bibir

Ikuti Dimas Diajeng 2018, Finalis Ini Merasa 'Empan Papan'

Keikutsertaannya dalam ajang Dimas Diajeng Sleman 2018 pun memberikan banyak pengalaman berkesan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Hankenina Deafinola 

TRIBUNJOGJA.COM - Hankenina Deafinola merasakan banyak perubahan sejak mengikuti ajang Dimas Diajeng Sleman 2018.

Satu di antaranya adalah menjadi lebih percaya diri dan disiplin.

"Kalau orang Jawa bilang Empan Papan," ujar Dea, sapaan akrabnya, Kamis (15/3/2018).

Empan papan sendiri artinya adalah mampu bersikap dan berperilaku sesuai situasi dan tempat.

Gadis yang pernah mewakili DIY dalam Sail Sabang 2017 menceritakan bahwa ia sudah lama ingin menjadi seorang finalis dari Dimas Diajeng Sleman.

Namun ia terkendala syarat.

"Sejak SMA saya mau ikutan, tapi ternyata nggak memenuhi syarat," kisah gadis kelahiran 5 Februari 1997 ini.

Pantang menyerah, Dea pun kembali mendaftar Dimas Diajeng Sleman tahun ini.

Tak disangka, ia berhasil lolos tahap seleksi dan menjadi salah satu finalis di 2018.

"Saya harus mengikuti tes tertulis, bersaing dengan 130 orang. Setelahnya ada tes wawancara. Baru kemudian diumumkan bahwa saya menjadi salah satu dari 30 finalis," papar Dea.

Dara asli Sleman ini pun menceritakan pula mengapa ia begitu tertarik untuk mengikuti ajang Dimas Diajeng Sleman.

Dea menyatakan ingin berkontribusi langsung terhadap daerah kelahirannya.

Ia pun ingin agar pembangunan di Sleman menjadi lebih baik.

"Saya sudah 21 tahun tinggal di Sleman, tetapi saya belum banyak berkontribusi langsung di sini," jelas mahasiswi FISIPOL UGM ini.

Keikutsertaannya dalam ajang Dimas Diajeng Sleman 2018 pun memberikan banyak pengalaman berkesan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved