Hellhouse Ajarkan Musik Hip Hop Lewat Beat to School

Hellhouse merupakan sebuah komunitas rapper hiphop. Tidak hanya rapper saja, seniman gravity, DJ, juga bergabung dalam Hellhouse.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Hellhouse 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Berawal dari nongkrong dan kecintaan pada musik hip hop, terbentuklah Hellhouse.

Hellhouse merupakan sebuah komunitas rapper hiphop.

Tidak hanya rapper saja, seniman gravity, DJ, juga bergabung dalam Hellhouse.

Alexander Sinaga, satu diantara pendiri Hellhouse mengatakan tidak banyak orang bisa menikmati musik hip hop.

Itu pula yang menjadi tantangan Hellhouse sejak terbentuk pada tahun 2007.

Alex bercerita dulu musik hip hop sulit untuk mencari panggung.

Ia dan teman-temannya bahkan pernah dilempar botol hingga menyebabkan kericuhan.

"Dulu musik hip hop nggak bisa dinikmati banyak orang. Nyari panggung susah, bisa manggung ya diundang temen sendiri. Awal-awal dulu malah dilempari, terus ya jadi berantem gitu," tutur Alex.

Alex mengatakan hampir setiap tampil pasti terjadi kericuhan.

Hal itulah yang kemudian musisi di Hellhouse mendapat anggapan buruk dari masyarakat.

"Dulu di blacklist karena selalu ribut. Manggu sini nggak boleh nanti rusuh, sana nggak boleh nanti rusuh. Tetapi teman-teman nggak peduli," lanjut sosok bertopi tersebut.

Akhirnya tahun 2012, Alex dan kawan-kawan patungan untuk membuat acara.

Acara pertama yang dibuat oleh Hellhouse adalah Watchout DAB.

"Setelah itu bikin acara-acara lagi. Sekarang Hellhouse jadi punya reputasi. Selain karena musisinya, Hellhouse juga bisa jadi music production, video production, ada marchandise juga. Bisa jadi record labellah, " terangnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved