Bisnis Menggiurkan Beternak Merpati Pos

Merpati jenis ini mempunyai daya yang kuat untuk pulang atau kembali ke rumah, yakni di mana ia dilahirkan atau dibesarkan.

Editor: Ari Nugroho
KOMPAS.com/Dani J
Bagus Rahardjo, pemilik pembiakan merpati pos di Kulon Progo. Satrio Paningit, merpati pos yang dipegangnya, merupakan indukan utama di penangkaran miliknya. 

Bagus memberi nama Satria dan menyilangkannya dengan indukan lokal lain.

Anak dari Satria juga menjadi juara pada tahun 2015.

Sejak itu, Bagus melihat peluang bisnis mengembangbiakkan merpati pos.

Ia bekerja sama dengan para pehobi merpati lain untuk mendatangkan merpati dari luar negeri.

Merpati asal Eropa dinilai bisa menjadi indukan yang menghasilkan anakan lebih berkualitas.

Secara bertahap, ia mendatangkan dari Belanda hingga 25 ekor, Inggris tujuh ekor, dan Belgia lima ekor.

Merpati itu disilangkan satu dengan yang lain, termasuk dengan Satria.

“Dulu untuk lomba, sekarang Satria kerjanya kawin saja. Sekarang sedang sama Joli Jali, anak dari induk impor,” kata Bagus.

Baca: Djarot dan Sekda Lepas 490 Ekor Burung Merpati di Waduk Pluit

Persilangan bertujuan untuk mendapatkan merpati dengan kualitas bagus dan memiliki kecerdasan yang lebih tinggi.

Merpati asal Eropa dinilai memiliki kekuatan dan ketahanan fisik, sedangkan merpati lokal mudah menyesuaikan dengan cuaca.

“Probabilitas menurunkan DNA juara. Kadang-kadang manusia juga seperti itu,” ujar Bagus.

Merpati berkualitas memiliki kecepatan kembali ke kandang.

Menurut Bagus, merpati bahkan ada yang bisa terbang kembali dari jarak ekstrem lebih dari 800 kilometer.

“Pernah ada yang menerbangkan dari Sumbawa pulang sampai ke Jakarta. Tiba pada hari kedua. Kalau 700 kilometer itu one day race. Pagi sore pulang,” tutur Bagus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved