Selama Malioboro Direvitalisasi, PKL Diberi Hari Libur
Masing-masing PKL yang tempat berjualannya sedang dilakukan pengerjaan, maka akan diliburkan selama 2 minggu.
Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah
TRIBUNJOGJA.COM - Pedagang Kali Lima (PKL) yang biasa berjualan di depan toko di kawasan Malioboro sudah diberi jadwal libur.
Eri Purnomo selaku Set Manager yang bertanggungjawab di lapangan mengatakan, untuk masing-masing PKL yang tempat berjualannya sedang dilakukan pengerjaan, maka akan diliburkan selama 2 minggu.
“Para pedagang sudah di sosialisasi dan diberi jadwal, selama 2 minggu nanti akan libur dulu untuk pembongkaran dan cor kering. Kemudian jika sudah selesai cor tahap awal, mereka akan jualan lagi,” ungkap Eri.
Eri menambahkan, ketika nanti tahap kedua, yakni pengecoran teraso yang juga diperkirakan memakan waktu 2 minggu, maka PKL akan diliburkan lagi
“PKL akan libur lagi 2 minggu berikutnya, guna pengecoran teraso. Kalau langsung diliburkan selama satu bulan kan kasihan,” terang Eri.
Sementara untuk pemilik toko yang ada di kawasan revitalisasi Malioboro bagian selatan, mereka tidak disarankan untuk libur.
“Kalau toko kita tidak sarankan untuk libur, kebanyakan dari mereka memilih libur sendiri. Kita juga tidak melarang mereka tetap berjualan, soalnya kan pengerjaan hanya di depan toko mereka,” terangnya.
Didi, PKL yang berjualan kaos dan tas di sisi Malioboro bagian selatan mengaku belum tahu nantinya akan beraktivitas apa selama libur kurang lebih 2 minggu.
“Nanti belum tahu mau ngapain. Tapi ya gak apa-apa, saya mendukung pembangunan. Ini kan juga buat keindahan yang memang butuh proses,” ungkap Didi.
Dia mengaku jika sekitar 2-3 minggu sebelumnya memang sudah ada sosialisasi dari Pemerintah Kota Yogya mengenai jadwal libur bagi masing-masing PKL.
“Sebagian PKL sudah libur sih. Kalau saya dapat jatah libur tanggal 26 Maret 2018. Untuk libur, paling sekitar 2 minggu,” terangnya.
Angga Saputra, Penanggung Jawab toko Oblong Walang yang tokonya berada di kawasan yang sudah di blokade mengaku memilih untuk tetap membuka toko dengan alasan mengurangi kerugian.
Dalam sebulan, Angga mengaku harus mengeluarkan anggaran sebesar 20 juta untuk menyewa tempat.
Belum lagi ditambah dengan gaji para karyawannya yang mencapai 15 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hari-libur-pkl-malioboro_ilustrasi_20170925_184837.jpg)