Driver Taksi Online di DIY Tidak Seluruhnya Kontra Permenhub 108/2017

Koperasi Jala Dipa Trans Tour memilih mengikuti prosedur pemerintah pusat, terkait Permenhub 108/2017.

Driver Taksi Online di DIY Tidak Seluruhnya Kontra Permenhub 108/2017
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
Kapolri dan Menhub saat menyerahkan SIM A umum bersubsidi kepada seorang driver online yang lolos tes, Minggu (11/3/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polemik Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017, khususnya di wilayah DIY, belum menemukan ujungnya.

Penolakan demi penolakan terus bermunculan, dari para pengemudi taksi online berbasis aplikasi.

Namun, lain halnya dengan Koperasi Jala Dipa Trans Tour, yang menaungi lebih dari 1.000 driver taksi online.

Di tengah gelombang penolakan yang cukup deras, perkumpulan itu, memilih mengikuti prosedur pemerintah pusat, terkait Permenhub 108/2017.

Ketua Koperasi Jala Dipa Trans Tour, Muhammad Hatta, mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh penerapan Permenhub 108/2017.

Sebab, menurutnya, produk hukum itu menjadi payung hukum bagi para pengemudi, maupun penumpang taksi online.

"Yang kami harapkan tentu saja keamanan dan kenyamanan bagi semua pihak," katanya, Senin (12/3).

Terlebih, Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi, sudah memberi pernyataan, dimana driver online diberi waktu satu bulan, untuk mengurus SIM A Umum dan uji KIR.

Jika ada driver yang sampai tenggat waktu belum mengurusnya, bakal mendapat tindakan.

"Dari kami sudah ada sebagian yang ikut uji KIR. Kami tetap melaksanakan aturan itu (Permenhub 108/2017), sambil jalan," ucapnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved