Bersantai Sembari Merasakan Nuansa ala Bali di Gembul Kitchen Yogyakarta
Bangunan pendopo yang kental dengan nuansa Jawa itu berada di tepi Jalan Jengger, Lempongsari, Sleman.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bangunan pendopo yang kental dengan nuansa Jawa itu berada di tepi Jalan Jengger, Lempongsari, Sleman.
Sekilas, bagian depannya tampak biasa saja. Namun, saat berjalan ke bagian belakang, mata akan dipukau oleh hamparan kebun buah naga dengan pucuk-pucuknya yang hijau.
Buah-buahnya yang kemerahan bergelantungan malas di dahan pohon.

Tempat ini adalah Gembul Kitchen, sebuah tempat nongkrong dengan konsep yang sangat asri.
Posisinya yang jauh dari jalan utama membuat suasananya terasa begitu tenang dan rileks.
Rahmat, pengelola dari Gembul Kitchen menceritakan awal mula penamaan unik dari kafe ini.
"Porsi makanan yang kita sajikan rata-rata besar dan langsung bikin kenyang. Nama Gembul kita ambil dari situ," ujar pria berkumis ini.
Memang, saat Tribunjogja.com memesan salah satu menu yaitu Grill Cheese Mozarella, klaim tersebut cukup terbukti.
Roti kering khas Perancis yang ditaburi dengan keju parmesan ini porsinya cukup banyak. Bisa untuk dinikmati oleh dua orang.
Secara harga, menu makanan dan minuman di Gembul Kitchen tergolong ramah bagi kantong.
Kisarannya mulai Rp10.000 hingga Rp30.000.

Sesuai dengan Rahmat sampaikan, porsi yang diberikan memang sesuai dengan kebutuhan.
Sekadar menikmati makanan tentunya tidak cukup.
Gembul Kitchen memiliki area duduk lesehan yang terbilang luas, memanfaatkan lapangan rumput di belakang pendopo.
Area ini menggunakan meja-meja pendek serta beanbag warna-warni cerah sebagai alas duduk.
Setiap meja diberikan tiang lampu bohlam sebagai aksen.
Sensasi serasa di pantai akan terasa jelang malam, saat langit sudah berwarna jingga.
Lampu-lampu ini dibungkus dalam kerangka berbentuk kandang burung.

Warnanya pun kuning cerah. Beanbag-nya yang terbuat dari kain vinyl lembut mampu membuat Anda terbuai dalam suasana.
Selain area outdoor yang ciamik, Gembul juga menyediakan area indoor, tepat di bawah atap pendoponya. Area ini menggunakan bangku-bangku kayu dengan ukiran Jawa yang khas.
Lengkap dengan kandil lampu berukir yang digantung di langit-langit pendopo.
Pengunjung tidak hanya duduk-duduk menikmati suasana yang tenang, mereka juga bisa berkeliling kebun buah naga yang luas.
Mereka bisa berfoto-foto dengan bebas. Ada juga replika Rumah Honai yang terbuat dari jerami.
Bisa digunakan untuk duduk atau sekedar bergaya untuk foto.
Keunikan konsep alam dan budaya dari Gembul Kitchen mengundang respon positif dari pengunjungnya. Menurut Rahmat, mereka tahu tempat ini dari media-media sosial seperti Instagram.
"Pernah juga ada orang yang memesan tempat ini untuk menggelar resepsi pernikahan," jelas Rahmat.
Senja, yang datang bersama teman-temannya mengaku baru pertama kali datang ke Gembul Kitchen. Namun ia langsung menyukai tempat ini.

"Aku tahunya dari temanku. Ternyata tempatnya asyik. Makanannya enak dan harganya juga terjangkau," ujar karyawan bank ini.
Begitu juga dengan Sinta, Ia menyatakan suasananya sangat nyaman untuk berkumpul dengan teman-teman atau rekan kerja.
"Tempatnya asyik banget. Kayak di Bali," kata Sinta yang juga teman dari Senja.
Menuju Gembul Kitchen tidaklah sulit. Jalan Jengger bisa Anda akses dari Jalan Palagan Tentara Pelajar, persisnya dari persimpangan Monjali ke utara. Jalan Jengger berada di sisi kanan jalan utama. Anda tinggal lurus ke arah Timur sekitar 300 meter dan Gembul Kitchen akan terlihat di kiri jalan.
Gembul Kitchen beroperasi setiap harinya, mulai pukul 13.00 WIB hingga 23.00 WIB.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gembul-kitchen-5_20180307_195227.jpg)