Kawasan Pecinan di Ketandan Yogyakarta Siap Mempercantik Diri
Hal itu akan dilakukan dengan menghidupkan kembali suasana pecinan yang modern namun tetap menjaga keutuhan bangunan
Penulis: Rizki Halim | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rizki Halim
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya akan membuat kawasan Pecinan Ketandan menjadi kembali ke fitrahnya.
Hal itu akan dilakukan dengan menghidupkan kembali suasana pecinan yang modern namun tetap menjaga keutuhan bangunan di dalamnya.
Rencana ini sendiri merupakan bagian dari rencana pemerintah dalam revitalisasi Malioboro, mengingat Ketandan juga merupakan bagian di dalam kawasan Malioboro.
"Ini merupakan bagian dari rencana revitalisasi Malioboro, rencana ini mungkin dimulai 2018 dan 2019, dan rencananya bangunan di Ketandan akan dikembalikan seperti semula, tapi itu dilakukan bukan oleh Pemerintah Provinsi tapi oleh Pemerintah Kota, dan sudah disetujui untuk membuat kawasan yang lebih baru," kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, usai menyambangi bangunan di kawasan Ketandan, Sabtu (3/3/2018).
Dengan semangat untuk menghidupkan kembali beberapa kawasan bersejarah yang berada di Kota Yogya, revitalisasi Ketandan merupakan contoh kecil dari keseriusan upaya pemerintah tersebut.
Setidaknya ada lima kawasan cagar budaya yang hingga saat ini terus ditata oleh pemerintah Kota, antara lain, Kotabaru, Malioboro yang didalamnya meliputi Ketandan, Kotagede, Kraton dan Pakualaman.
"Persoalan di kawasan Pecinan Ketandan ini adalah konsep sebuah penataan, dan penataan tersebut didasari dengan sebuah aturan, kami dengan pemerintah provinsi melalui dinas kebudayaan DIY terus melakukan penataan-penataan sejak tahun 2016," tutur Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti.
Haryadi menambahkan bahwa penataan tersebut merupakan upaya memberikan topeng kepada Ketandan agar lebih menarik dinikmati secara visual.
"Bahasa teknis topeng tersebut adalah penataan fasad, harapan kami pada penataan kawasan ini adalah tentunya kita kembali pada suasana masa lalu tapi suasana tidak hanya berdiri sendiri, tapi dengan warga masyarakat diperlukan kerja sama," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono mengatakan bahwa nantinya penataan Ketandan akan sama halnya dengan yang selama ini dilakukan di beberpa Kawasan bersejarah lainya di Yogyakarta.
"Akan diperlakukan seperti di Kotagede, dibuat seperti tempo dulu, supaya ikhtiar Yogyakarta sebagai kota budaya itu bisa dilihat dari berbagai aspek, jadi nanti hampir sama lah perlakuannya," tukas Umar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kampung-ketandan_0303_20180303_134239.jpg)