Legenda Ubume, Kuntilanak Menyeramkan Versi Jepang

Jika di Indonesia ada Kuntilanak, maka di Jepang ada Ubume. Seperti apa kisahnya?

Editor: Mona Kriesdinar
Ubume, kuntilanak versi Jepang 

TRIBUNJOGJA.COM - Jika di Indonesia mengenal istilah Kuntilanak, maka lain halnya dengan di Jepang. Di negeri matahari terbit ini, juga terdapat kisah legenda urban alias urban legend yang sangat terkenal. Namanya Ubume, nyaris sama dengan Kuntilanak di Indonesia.

Baca: Pesugihan Babi Ngepet, Urban Legend yang Tak Pernah Mati Meski di Era Android

Hantu ini dipercaya berasal dari arwah ibu yang meninggal saat melahirkan. Wujudnya menyeramkan dengan rambut panjang dan menggunakan baju panjang berwarna putih.

Baca: Sejarawan Bongkar Fakta dari 4 Legenda Urban Dunia Ini

Kamu boleh percaya, boleh tidak namun faktanya banyak yang memercayai kisah-kisah legenda urban. Bahkan sampai diabadikan ke dalam sejumlah karya seni.

Adapun Ubume sendiri sebenarnya berasal dari cerita rakyat China kuno, tepatnya sejak masa Dinasti Tang. Salah satunya disebutkan dalam buku berjudul Miscellaneous Morsels from Youyang. 

Baca: Ketika Meme Horor The Slender Man Meminta Tumbal

Dalam sejumlah literatur kuno, hantu ini disebutkan kerap memperlihatkan diri sambil menggendong bayi. Kemudian menghilang begitu saja. 

Sementara dalam pandangan masyarakat Jepang, disebutkan bahwa Ubume kerap dikaitkan dengan legenda Hitobashira. Dimana disebutkan adanya seorang perempuan dan bayinya yang dijadikan tumbal dalam upacara persembahan sebelum pembangunan jembatan. 

Baca: 10 Kisah Legenda Urban Jepang Paling Horor yang Bisa Bikin Kamu Terkencing-kencing Ketakutan!

Legenda Hitobashira ini bisa ditemukan dalam sebuah catatan yang berjudul Nihon Shoki atau The Chronicles of Japan yang dibuat berdasarkan cerita pada masa Kekaisaran Nintoku tahun 323 Masehi. 

Yakni tentang tumbal yang harus dipersembahkan setiap kali ada proyek pembangunan konstruksi besar semisal pembangunan jembatan, bendungan dan proyek lainnya yang berkaitan dengan air. 

Tumbal ini dipersembahkan sebagai salah satu syarat supaya tidak terjadi musibah selama pembangunan proyek, maupun sesudahnya. 

Di masa modern, Legenda Ubume kerap diperingati lewat festival kebudayaan yang biasa digelar pada Bulan Juli setiap tahunnya. Momen ini dimanfaatkan warga khususnya para wanita hamil untuk mencari berkah dan keselamatan selama proses persalinan. (*/berbagai sumber) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved