Klaim Belum Cair, Operasional RS Jogja Terhambat

Total ada sekitar Rp 23 miliar klaim yang belum dibayarkan pihak BPJS Kesehatan.

Klaim Belum Cair, Operasional RS Jogja Terhambat
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Suasana rapat kerja di Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Rabu (28/2/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keterlambatan pembayaran klaim oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dinilai sangat menghambat operasional dan pelayanan Rumah Sakit (RS) Jogja.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama RS Jogja, Tuti Setyowati pada saat rapat bersama yang diselenggarakan di Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Rabu (28/2/2018).

Ia menuturkan total ada sekitar Rp 23 miliar klaim yang belum dibayarkan pihak BPJS Kesehatan.

Hal tersebut berdasarkan berita acara yang sudah diajukan ke pihak BPJS Kesehatan pada 25 Januari 2018 yakni sebesar Rp 9,7 miliar, 31 Januari 2018 sebesar Rp 4,5 miliar, dan 28 Februari 2018 sebesar Rp 9 miliar.

"Dulu BPJS (Kesehatan) tidak pernah terlambat membayar klaim. Tapi sejak Oktober sering terlambat," ujarnya kepada wartawan seusai rapat.

Dampak dari keterlambatan tersebut, lanjutnya, sangat serius pada keberlangsungan RS Jogja.

Hal itu pengaruh pada pasokan obat, operasional rumah sakit, jasa pelayanan dokter, dan juga pasien.

"Padahal pasien kami 90 persen lebih merupakan pasien BPJS," bebernya.

Pihak RS Jogja pun harus memutar otak agar pasokan obat bagi pasien BPJS tidak terhambat.

"Kami 'ngereh-ngereh' distributor agar jangan close pasokan ke kita. Ketika uangnya ada, kami pun harus membagi-bagi, yang ini buat obat ini segini, ini untuk obat yang itu, dan seterusnya," ungkapnya.

Tuti menuturkan, normalnya RS Jogja membutuhkan biaya sebesar Rp 5 miliar per bulan untuk obat, Barang Habis Pakai (BHP), dan Alat Medis Habis Pakai (AMHP).

"Kami sudah ajukan ke APBD, tapi ternyata hanya dianggarkan sekali. Mungkin ada missed persepsi, jadinya dapat Rp 5 miliar setahun. Padahal kalau setahun kebutuhannya Rp 60 miliar. Nanti kami ajukan lagi di perubahan," tuturnya. (*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved