Kisah Difabel Pengemudi Ojek Online: Pesanan Kerap Dibatalkan Ketika Bertemu Konsumen
Kekurangan fisik tidak mengurangi semangat Andika Arisman (27) untuk berjuang demi hidup.
Andika ditinggalkan sendirian di bandara dalam kondisi cacat fisik.
"Kedua orangtuaku sudah meninggal di Jawa, lalu saya dibawa oleh kakak ke Makassar. Saya ditinggal di bandara oleh kakak yang saya tidak tahu lagi keberadaannya di mana dan bagaimana dia. Waktu itu saya ingatnya, kakakku mau cari minum dan tidak kembali-kembali," kata Andika.
Setelah ditinggal di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Andika kecil pun menangis hingga ditemukan oleh seorang petugas kebersihan.
Petugas bandara pun berulang kali mengumumkan tentang penemuan bocah Andika yang telantar, tetapi sang kakak tak kunjung datang.
"Di situlah saya dibawa pulang oleh petugas kebersihan bandara yang sempat menjadi orangtua angkatku di usia 5 tahun. Saya pun diasuh hingga bisa membaca dan menulis di bangku sekolah dasar," tuturnya.
Seiring berjalannya waktu, ada sesuatu yang membuat Andika tidak betah di rumah bapak asuhnya itu yang tinggal di Jalan Cendrawasih, Makassar.
Dia pun memilih meninggalkan rumah dan mengemis di jalanan.
Selama itu, Andika yang masih berusia anak-anak hidup sendiri dan tidur di halte bus.
"Sempat bapak angkatku itu mencari saya dan menemukanku. Saya pun dibawa pulang kembali ke rumah dan kembali disekolahkan. Hingga suatu ketika, bapak angkatku itu meninggal dunia. Saya pun harus pergi kembali, karena situasinya sudah berbeda. Saya dianggap sebagai anak pembawa sial oleh istri dan anak-anak bapak angkatku," tandasnya.
Di usianya 11 tahun, Andika pun berjuang hidup dengan menjual suara alias mengamen.
Dengan kondisi tubuh yang cacat akibat terserang campak di waktu kecil, Andika sehari-harinya bernyanyi di Benteng Fort Rotterdam di Jalan Pasar Ikan, Makassar.
Saat dia bernyanyi, ada seseorang yang ingin mengasuhnya.
Dia pun diajak tinggal di rumah orang itu di Kabupaten Gowa.
Namun sifat Andika yang tidak mau menjadi beban orang lain, akhirnya dia jarang pulang ke rumah.
Sesekali, Andika menjenguk orang yang sudah dia anggap sebagai orangtuanya itu.