Lukisan di Magelang Ini Bukti Kemarahan Raden Saleh pada Belanda

Lukisan Raden Saleh, "La Chasseau Taureau Sauvage" atau "Perburuan Banteng" terjual Rp 149,6 miliar.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Kurator Warner Krauss bersama lukisan Raden Saleh, Penangkapan Pangeran Diponegoro, di Museum Nasional Indonesia 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lukisan Raden Saleh, "La Chasseau Taureau Sauvage" atau "Perburuan Banteng" terjual Rp 149,6 miliar.

Ini jadi lukisan termahal sepanjang sejarah nusantara, sebuah karya goresan seniman asli Indonesia.

Sangat fantastis.

Baca: Raden Saleh Pernah Berkelana ke Aljazair Bareng Horrace Vernet 

Pembelinya pun warga Indonesia, yang identitasnya masih samar-samar.

Tapi yang jelas dia orang amat tajir, berani merogoh kocek pribadinya sedemikian dalam.

Adakah yang lebih hebat dan dahsyat selain lukisan "Perburuan Banteng"?

Ada! Inilah satu di antara koleksi bangsa dan negara Indonesia yang sarat simbol, serta tidak ternilai harganya. 

Lukisan "Gefangennahme von Prinz Diponegoro" atau "Penangkapan Pangeran Diponegoro", merupakan karya master piece Raden Saleh pada 1857. 

Bertahun-tahun jadi koleksi keluarga eks pejabat kolonial dan Museum Kerajaan Belanda, pada 1978 ia kembali ke bumi pertiwi.

Lukisan ini benar-benar sarat pesan nasionalisme dari si pelukis kelahiran Terboyo, Semarang ini. 

Peneliti sejarah dan penulis buku serial "Kuasa Ramalan" tentang Pangeran Diponegoro, Dr Peter BR Carey, mengulasnya secara khusus.

Lukisan yang diserahkan ke Raja Willem III ini juga menguak misteri besar Raden Saleh yang secara terbuka melawan perspektif kolonial tentang Diponegoro. 

Ia secara frontal menantang Nicolaas Pieneman yang membuat versi lukisan "Penyerahan Diri Pangeran Diponegoro".

Lukisan ini dibuat antara 1830-1835.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved