Kenal Lebih Dekat dengan Penerjun Paskhas Sekaligus Pengibar Bendera Merah Putih Saat JAS 2018

Pasintel Denhanud 474 Paskhas Adi Sucipto Yogyakarta ini sebenarnya menantang maut ketika terjun sembari mengibarkan bendera.

Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Kapten Pas Condro Widarto saat menyerahkan bendera merah putih kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di acara Jogja Air Show (JAS) 2018 di Depok Airstrip, Bantul, Minggu (18/2/2018). 

Selain menambah beban berat, bendera juga berpotensi membahayan penerjun.

Entah ketika bendera melilit badan penerjun atau mengganggu kestabilan manuver.

Lokasi penerjunan di atas laut juga jadi tantangan tersendiri saat Condro mengibarkan benderanya.

"Makanya kita juga pakai life vest atau rompi pelampung, sebagai alat keselamatan seandainya titik penerjunan meleset, saat terjun ke laut ini bendera juga bisa membahayakan penerjun," kata Condro.

Oleh sebab itu menurut Condro, perlu planing yang sempurna ketika seorang penerjun terjun sembari mengibarkan bendera.

Nyaris tak boleh ada cela sedikitpun dimulai dari cara melipat bendera, mengikat ke tubuh penerjun, keluar dari pesawat dan membuka parasut maupun bendera.

"Kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal. Tetapi dengan latihan yang rutin, pengalaman, ketekunan dan doa akan menjadikan penerjunan berjalan sesuai rencana," kata Condro.

Kisah selengkapnya dapat dibaca di Harian Pagi Tribun Jogja edisi 19 Februari 2018. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved