Herry Kiswanto, Anak Emas yang Jadi Buruan Klub
Setelah 20 tahun berkarir sebagai pesepak bola Indonesia, ia pun mengabdikan diri sebagai pelatih sepak bola dari klub ke klub.
Penulis: ang | Editor: Ari Nugroho
Pengalamannya di klub legendaris membuatnya paham betul kemenangan tim bukan hanya mutlak karena diisi pemain-pemain moncer.
Baca: Live Streaming PSS Vs Persebaya - Uji Mental Skuat Elang Jawa, Kick Off Pukul 15.30 WIB
Menurutnya Karma Yudha Tiga Berlian menjadi tim besar dan kuat banyak didukung kekompakan tim.
Tidak heran bila mengingat olahraga ini merupakan olahraga yang membutuhkan kekuatan tim.
"Krama Yudha kuat karena kebersamaan, kekompakan dan serius berlatih. Semua pemain dan elemen tim, manajemen ingin berprestasi. Itu juga yang selalu saya tekankan dimanapun saya melatih," ungkapnya.
Karena itu, setelah menyelesaikan TC di Parangtritis, ia mulai menurunkan porsi latihan fisik Ahmad Hisyam Tolle cs untuk menaikan level latihan skill dan teknik.
Ia menyebutkan bahwa saat ini tugasnya membangun chemistry antar pemain.
Ia juga menjelaskan hal tersebut untuk memudahkan komunikasi pemain.
Selain itu, tim yang sudah terbangun chemistry-nya membuat tim tersebut mudah menerapkan berbagai pola bermain.
"Chemistry antar pemain saya bangun dulu agar terjalin komunikasi yang baik satu dengan lainnya sehingga kompak. Timnya jadi solid," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pelatih-pss-sleman-herry-kiswanto_20180116_231231.jpg)