Herry Kiswanto, Anak Emas yang Jadi Buruan Klub
Setelah 20 tahun berkarir sebagai pesepak bola Indonesia, ia pun mengabdikan diri sebagai pelatih sepak bola dari klub ke klub.
Penulis: ang | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kecintaan Herry Kiswanto sebagai kepada olahraga sepak bola tak mungkin dipungkiri lagi.
Setelah 20 tahun berkarir sebagai pesepak bola Indonesia, ia pun mengabdikan diri sebagai pelatih sepak bola dari klub ke klub.
Karirnya saat menjadi juru taktik seperti halnya karirnya sebagai pemain bola.
Ia banyak diburu klub-klub Indonesia setiap musimnya.
Dalam perjalanan karirnya, pria yang akrab disapa Herkis ini menjadi salah satu pemain yang paling diburu banyak klub.
Ia yang lama membela klub legendaris, Krama Yudha Tiga berlian (1985 - 1991) kemudian memutuskan pindah ke Assyabaab Salim Grup sebelum berlabuh di Bandung Raya tahun 1993.
Bersama klub asal Kota Kembang ini merupakan puncak dari kariernya dengan mengantarkan Bandung Raya Juara Liga Indonesia 1995-1996 yang saat itu dilatih oleh Henk Wullems.
Baca: Herry Kiswanto: Tak Ada Persiapan Khusus Lawan Persebaya Surabaya
Demikian pula saat menapaki karir kepelatihan, sejumlah klub silih berdatangnya meminangnya menjadi arsitek tim untuk mengarungi kompetisi sepak bola nasional.
Persija menjadi tim pertama yang dilatihnya setelah tiga tahun gantung sepatu pada 1993.
"Saya main bola sejak kecil, jadi wajar jika saya tidak bisa lepas dari sepak bola," ujarnya.
Mantan legiun Timnas Indonesia (1979-1993) itu kini berlabuh di PSS Sleman.
Musim 2018 bukanlah kebersamaan pertama Herkis dengan klub berjuluk Super Elang Jawa itu.
Sebelumnya pada 2014 ia pernah membimbing para punggawa PSS Sleman.
Meski sudah banyak klub yang dijajakinya sebagai pelatih, pria kelahiran Banda Aceh ini selalu menekankan satu poin penting saat melatih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pelatih-pss-sleman-herry-kiswanto_20180116_231231.jpg)