Kasus Dugaan Keracunan Murid SD Jetis 2 Masih Diselidiki Polisi
Dugaan keracunan terhadap delapan murid belum dapat disimpulkan, mengingat harus menunggu hasil penelitian kandungan permen.
Penulis: rid | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terkait dengan peristiwa dugaan keracunan permen yang dialami oleh delapan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Jetis, Kota Yogyakarta, pihak sekolah dan beberapa saksi telah dipanggil pihak Polsek Jetis untuk dimintai keterangan.
Namun, mengenai adanya dugaan keracunan terhadap delapan murid SD tersebut belum dapat disimpulkan, mengingat harus menunggu hasil penelitian kandungan permen dari pihak yang berkompeten.
Kapolsek Jetis, Kompol Hariyanto melalui Kanit Reskrimnya, Iptu Muzakki mengatakan pihak sekolah belum membuat membuat laporan resmi kepada pihaknya.
Meski demikian, pihaknya telah mendatangi lokasi dan meminta keterangan kepada beberapa orang terkait kejadian yang terjadi kemarin, Rabu (14/2/2018).
"Belum ada laporan resmi, hanya kroscek saja, tadi pagi kami juga sudah datangi sekolahnya dan kami amankan 2 butir permen bentuk bintang dari pihak sekolah. Kalau keracunan belum bisa dipastikan, kalau yang mual dan pusing memang benar. Yang jelas tidak ada murid yang ngefly seperti yang beredar di chat itu," katanya saat ditemui di ruangannya, Kamis (15/2/2018).
Menurutnya, jumlah murid yang mengalami pusing dan mual usai mengkonsumsi permen berbentuk bintang itu lebih dari 5 orang.
Sedangkan untuk 1 orang memang dirujuk ke Rumah Sakit Bethesda guna penanganan lebih lanjut.
"Yang di Bethesda itu ternyata punya riwayat sakit asma, jadinya sesak nafas dan dari Bethesda diberi oksigen sama obat terus siangnya sudah boleh pulang. Kalau permennya memang dikasih mahasiswa yang PPL di situ sebagai hadiah kuis, belinya permen di warung dekat SD itu jumlahnya 12 pak," ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga merencanakan untuk memanggil beberapa saksi terkait kejadian tersebut.
Adapun saksi-saksi yang akan dimintai keterangan pihaknya meliputi korban, guru dan mahasiswa yang PPL di SD tersebut.
"Rencananya mau manggil beberapa saksi juga ini, tadi sudah satu guru di SD itu. Perkiraan ada 6 saksi yang akan kami panggil," jelasnya.
Ditambahkannya, pihaknya juga telah mendatangi pemilik warung yang menjual permen yang diduga meracuni kedelapan murid SD tersebut.
Diungkapkannya, bahwa pihaknya juga telah menyita satu toples permen berbentuk bintang tersebut.
Disinggung mengenai masa kadaluarsa permen itu dikatakan oleh Iptu Muzakki jika masa kadaluarsa permen tersebut masih lama yaitu bulan September tahun 2019.
"Kami sudah ke penjualnya juga, dari pengakuan penjualanya, permen itu sering dikonsumsi cucu dan tetangganya tapi tidak pernah pusing dan mual. Bisa jadi karena sebelumnya makan apa atau perutnya pas kosong, karena permen itu ada rasa kecutnya. Intinya masih kami lidik dan kami masih cari sales permen bintang itu untuk dimintai keterangan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/permen_20180215_204908.jpg)