Ekspresi Diri melalui Sebuah Keabstrakan
Karya-karya ini merupakan titik temu atas atas kegelisahan Kantirin memilih tempat tinggal serta corak dari karya-karyanya.
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja – Siti Umaiyah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebuah titik terang dalam pencarian kehidupan. Seperti itulah makna lukisan yang dipamerkan Kantirin di Sangkring Art Project, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, pada 10-24 Februari 2018.
Kantirin adalah seniman berusia 50 tahun yang memfokuskan diri membuat lukisan-lukisan abstrak.
Lukisannya yang berjudul Locus Utopia yang berarti tempat yang tidak nyata, terpajang tepat ditengah.
Ada sebanyak 18 karyanya yang terpajang, semuanya berbentuk abstrak.
Karya-karya ini merupakan titik temu atas atas kegelisahan Kantirin memilih tempat tinggal serta corak dari karya-karyanya.
Dulunya, Kantirin sempat berpindah-pindah rumah, serta berbagai corak lukisan.
Baca: Lukisan Termahal Raden Saleh Ditemukan di Gudang Bawah Tanah
“Ini adalah pameran saya yang ke 5, saat ini saya telah menemukan diri saya dalam suatu karya keabstrakan,” ungkap Kantirin saat ditemui Tribun Jogja, Senin (12/2/2018).
Karya Locus Utopia merupakan sebuah gambaran Kantirin yang saat ini tinggal di Gunung Bangkel, Srimulyo, Piyungan, Bantul.
Rumahnya yang saat ini berada tepat diatas gunung, membuat corak lukisannya banyak terpengaruh warna, pola serta bantuk tebing.
“Dulunya karya saya berbentuk, namun saat ini saya banyak membuat karya abstrak, baik rupa tubuh maupun pemandangan,” kata Kantirin.
Baca: Pembeli Ingin Lukisan Raden Saleh Kembali ke Indonesia
Ditanya lebih jauh mengenai bagaimana Kantirin menemukan dirinya dalam suatu karya, Kantirin menjawab, seorang seniman selalu mengabdi kepada proses.
Melalui proses itulah jiwa seorang seniman terbentuk, melalui jiwa pula karya seorang seniman tidak akan nada habisnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pameran-lukisan-kantirin_20180212_211314.jpg)