Kisah Seorang Guru TK di Sleman yang Telah Mengabdi Selama 48 Tahun, "Modal Saya Cuma Bismillah"
Guru sanggup berkorban demi melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.
Penulis: Tantowi Alwi | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Profesi sebagai seorang guru adalah pekerjaan mulia.
Kemuliaan seorang guru karena ia merupakan sosok yang berperan penting untuk membimbing para calon-calon pemimpin bangsa.
Guru sanggup berkorban demi melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.
Itu semua ditunjukkan oleh Yaminem (68), seorang guru Taman Kanak-kanak (TK).
Yaminem sehari-hari mendidik anak-anak di TK ABA Ngabean 2, Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.
Meski sudah sepuh, ia tampak bersemangat saat diwawancarai tribunjogja.com di sela-sela acara Gebyar 1000 Anak se-Kecamatan Tempel.
Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka Milad ke-45 TK ABA Ngabean 2.
Yaminem mengungkapkan dirinya telah 45 tahun mengajar di TK ABA Ngabean 2, sebelumnya sempat tiga tahun mengajar di SD Muhammdiyah Gondanglegi.
Berbekal ijazah dari hasil Ujian Guru Agama yang ia dapatkan tahun 1970, Yaminem memulai jejak perjuangannya di SD Muhammdiyah Gondanglegi.
"Saya enggak pernah sekolah, karena mau mengajar jadi ikut ujian guru agama,” kata Yaminem kepada tribunjogja.com, Minggu (4/2/2018).
Yaminem mengatakan ia sempat tidak digaji saat delapan bulan pertama mengajar di SD Muhammadiyah Gondanglegi.
“Tidak apa-apa, itu namanya pengabdian,” tuturnya.
Pada waktu itu, transportasi belum sebaik sekarang, Yaminem menggunakan sepeda untuk menempuh sekolah yang berjarak 10 KM itu.
“Sering saya tuntun juga, karena jalannya geronjal-geronjal,” ujar Yaminem sembari tertawa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/yaminem_20180204_201842.jpg)