DPRD Sleman Dukung Perbaikan Bangunan Cagar Budaya
Selain itu, diharapkan pula dengan perbaikan tersebut dapat menarik sektor pariwisata.
Penulis: app | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menanggapi rencana Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman untuk memperbaiki dua bangunan cagar budaya di tahun 2018 didukung oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Arif Priyo Susanto.
Anggota Komisi D dari Fraksi Gerindra tersebut menjelaskan hal tersebut tepat dan penting dilakukan.
Terlebih bangunan tesebut memiliki nilai sejarah yang harus senantiasa dilestarikan.
"Jangan sampai nilai sejahnya hilang. Karena kalau tidak diperbaiki, lalu bangunannya rusak akibat kondisi alam nanti malah akan hilang dengan sendirinya," terangnya kepada wartawan, Minggu (4/2/2018).
Selain itu, diharapkan pula dengan perbaikan tersebut dapat menarik sektor pariwisata.
"Kalau diperbaiki dan syukur-syukur itu jadinya lebih bagus. Nanti juga bisa untuk kawasan wisata cagar budaya," pungkasnya.
Baca: Dua Bangunan Cagar Budaya di Sleman akan Diperbaiki Tahun Ini
Sebelumnya dilaporkan, Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman tahun ini akan menerima Dana Keistimewaan (Danais) Rp10,9 miliar.
Angka tersebut menurun dari Danais yang diterima pada 2017 lalu yang mencapai Rp15 milyar.
Meski begitu, Disbud Sleman tetap akan mengalokasikan Rp1,6 milyar dari Danais untuk perbaikan bangunan cagar budaya.
Dua bangunan tersebut yaitu bangunan di RSJ Grhasia di Pakem dan Pendopo Kepanjen di Kecamatan Berbah.
Kepala Disbud Sleman, HY Aji Wulantara menuturkan perbaikan dua bangunan tersebut bisa dikatakan kelanjutan dari perbaikan dua bangunan cagar budaya di tahun 2017 lalu, yaitu Kapanewon di Kecamatan Tempel dan bangunan Pegadaian Sleman.
"Sebuah bangunan RSJ Grhasia yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya akan diperbaiki anggarannya Rp900 juta. Sementara untuk perbaikan Pendopo Kepanjen dialokasikan dana Rp700 juta. Total Rp1,6 miliar," jelas Aji.
Baca: Parah! Tembok Cagar Budaya Milik Kadipaten Pakualaman Jadi Sasaran Aksi Vandalisme