Rekahan Tanah Muncul di Sompok

Di beberapa titik rekahan mencapai hampir 40 sentimeter diukur secara vertikal sampai membuat tanah ambles.

Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Warga berdiri di sekitar rekahan tanah yang muncul di sepanjang jalan desa di Sompok, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Sabtu (3/2/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Rekahan tanah muncul di sepanjang jalan kampung di Dusun Sompok RT 06, Sriharjo, Bantul.

Selain mengancam jalan aspal di desa, rekahan juga muncul sampai di teras rumah warga dan menjadikan rumah mereka ikut terbawa longsoran.

Rekahan muncul di jalan desa sampai teras rumah warga sepanjang sekitar 100 meter.

Lebar rekahan berkisar satu sentimeter sampai 20 sentimeter secara horisontal.

Bahkan di beberapa titik rekahan mencapai hampir 40 sentimeter diukur secara vertikal sampai membuat tanah ambles.

Jalal, seorang warga setempat mengatakan rekahan ini sudah muncul sejak sepekan terakhir.

"Tidak tahu sebab pastinya, tahu-tahu rekahan muncul, tapi sebelumnya memang sempat turun hujan selama berhari-hari dengan intensitas sedang," kata Jalal, Sabtu (3/2/2018).

Akibat rekahan ini, setidaknya dua rumah terancam longsor dan sebuah tiang listrik yang berada di pinggir jalan desa rawan roboh.

Sementara jalan desa sendiri juga rawan rusak dan bahkan bisa saja putus jika rekahan terus bertambah lebar dan semakin dalam.

Posisi jalan desa yang mengalami rekahan ini tepat di sisi Sungai Opak yang beberapa waktu lalu meluap.

Lokasi rekahan juga diketahui menjadi satu di antara titik terparah sebagai imbas banjir Sriharjo.

Di tempat ini, satu rumah hanyut, satu rusak parah dan puluhan terendam air.

Jalal yang sudah puluhan tahun tinggal di lokasi mengatakan memang ada riwayat tanah ambles beberapa tahun yang lalu.

"Dulu sempat ambles juga tapi sudah lama, sekitar 30 tahun yang lalu, sekitar satu meter malah, tapi sejak saat itu belum pernah ambles lagi," kata Jalal.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul sendiri telah melakukan pegecekan ke lokasi dan memasang garis peringatan.

Begitu pula dengan petugas Balai Besar Wilayah Serayu Opak yang juga telah melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan bahwa penanganan jalan ambles ini menjadi ranah pihak BBWSO.

"Soal bantuan kita sudah diupayakan, sejauh ini kita ajukan dana bantuan dari BPNB Jakarta, tinggal menunggu dana turun," kata Dwi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved