Mengenalkan Anak Pada Sandi

Mengenalkan pada anak bahwa mereka setiap hari sebenarnya selalu bersentuhan dengan sandi.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Field Trip Museum Sandi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan siswa TK Batik PPBI Yogyakarta nampak antusias mengikuti arahan staf Museum Sandi agar mewarnai gambar yang telah diberikan, Selasa (30/1/2018).

Kunjungan para siswa TK ini dalam rangka Field Trip Wajib Kunjung Museum (WKM) yang merupakan program dari Dinas Kebudayaan DIY.

Menurut Kepala Sekolah TK Batik PPBI Yogyakarta, Wiji Wahyuni, dipilihnya Museum Sandi yang berada di bilangan Kotabaru Yogyakarta untuk kunjungan adalah untuk mengenalkan kata sandi pada anak usia TK yang masih terdengar asing.

Selanjutnya, mengenalkan pada anak bahwa mereka setiap hari sebenarnya selalu bersentuhan dengan sandi.

Mulai dari yang paling sederhana untuk usai anak TK seperti bagaimana mereka membuat tanda atau menandai tempat duduk mereka sendiri di sekolah atau menandai barang barang pribadi, seperti tas dan sepatu.

Baca: TK ABA Singosaren Kenalkan Kemaritiman Pada Siswa Lewat Kunjungan Museum Bahari Yogyakarta

"Ini hal baru bagi anak anak kami. Ketika mereka sejak dini sudah kenal istilah sandi diharapkan nanti seiring mereka beranjak dewasa bisa paham, bahwa ada hal hal yang memang harus dijaga atau dirahasiakan," ujar Wahyuni.

Di kesempatan yang sama, Setyo Budi Prabowo, Koordinator Museum Sandi menjelaskan, banyak hal yang bisa dipelajari di museum sandi ini. Mulai dari siswa TK hingga Mahasiswa.

Sarana belajar mengenal sandi ini dari yang paling mudah sesuai usia hingga sandi yang membutuhkan ilmu pengetahuan khusus.

Setyo mencontohkan, untuk anak PAUD dan TK misalnya, dikenalkan pada sandi dengan media tanah liat atau clay.

"Media ini digunakan oleh bangsa Sumeria sejak lama. Mereka mengembangkan sistem komunikasi dengan media tanah liat, bertuliskan simbol simbol atau piktogram yang melambangkan makna tertentu," terang Setyo.

Baca: Siswa-siswi TK ABA Singosaren Kunjungi Museum Bahari Yogyakarta

Lanjut Setyo, untuk anak usia TK atau SD yang lebih tertarik dengan bunyi dikenalkan dengan media sandi lokal berupa kentongan, yang hingga kini di sebagian daerah di Indonesia masih menggunakan alat komunikasi yang terbuat dari bambu ini.

Di Museum Sandi, pengunjung juga bisa melihat bagaimana pada zaman pra kemerdekaan para pejuang berkomunikasi menggunakan sandi dengan beragam media.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved