Inilah Alasan di Balik Motivasi Slank Luncurkan 'Slankopi'
Karya grup band yang memiliki jutaan penggemar ini tidak terlepas dari beberapa faktor non-teknis.
Penulis: Rizki Halim | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rizki Halim
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama 30 tahun lebih berkiprah di industri musik, kopi menjadi satu elemen yang selalu menemani proses kreatif Slank saat berkarya.
Karya grup band yang memiliki jutaan penggemar ini tidak terlepas dari beberapa faktor non-teknis.
Sempat terjebak dalam lembah gelap karena konsumsi narkoba, Slank mengaku hingga saat ini hanya kopi yang masih setia untuk mereka konsumsi sejak awal berkarir.
"Sampai sekarang yang masih kita konsumsi ya cuma ini (kopi) sih, narkoba dan rokok kan kita sudah berhenti," tutur sang drummer, Bimbim.
Tidak hanya terlepas dari ketergantungan narkoba, para personel band yang bermarkas di gang Potlot Jakarta ini saat ini juga sudah berhenti merokok.
"Rokok saja bahkan sudah kita tinggalkan, jadi ya saat ini yang masih ya cuma ngopi," timpal sang Frontman, Kaka.
Bahkan Slank tak segan untuk mengajak masyarakat agar lebih baik mengeluarkan uang untuk menikmati secangkir kopi, ketimbang untuk narkoba.
"Daripada uangnya dibakar kan, berapa ratus ribu per gram, lebih baik ya buat ngopi aja," cetus Bimbim sembari tertawa.
Kedekatan Slank dengan kopi tersebut lah yang kemudian memberikan ide kepada Slank untuk membuat Slankopi pada akhir tahun lalu.
"Indonesia itu identik dengan kopi, di daerah manapun pasti memiliki kopinya masing-masing, karena itulah akhirnya kita membuat Slankopi," tutur Kaka. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/slankopi_2801_20180128_200238.jpg)