Breaking News:

Mantap, Bandara Kulonprogo Disebut Miliki Desain yang Tahan Gempa Hingga Tsunami

Data lain menyebut, kekuatan gempa mencapai 8,8 Magnitudo dengan gelombang tsunami lebih tinggi.

NET
Ilustrasi desain Bandara NYIA 

TRIBUNJOGJA.COM - Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo yang ditargetkan beroperasi pada April 2019, disebut memiliki desain tahan bencana. Baik itu bencana gempa bumi hingga tsunami.

Seperti diberitakan harian Kompas, posisi landasan pacu bandara rencananya sekitar 400 meter dari pantai selatan Jawa yang memiliki sejarah kegempaan besar dan tsunami.

Berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kekuatan gempa bumi di selatan Jawa bermagnitudo 8,5 dengan tinggi tsunami 15 sentimeter.

Data lain menyebut, kekuatan gempa mencapai 8,8 Magnitudo dengan gelombang tsunami lebih tinggi.

"Kita ingin membangun, asumsinya dari BMKG dengan Angkasa Pura (AP) I menghitung secara detail. Jadi jangan takut lagi (Bandara) Kulon Progo kena tsunami. Karena kita sudah memperhitungkan dengan skala 8 Magnitudo yang belum pernah terjadi di Jawa," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor BMKG, Jumat (26/1/2018).

Pada akhir Oktober lalu, investor dan pembangun NYIA telah bertandang ke Jepang untuk menggali pengalaman negara tersebut dalam membangun bandara tahan gempa.

Dua konsultan teknik, Nikken Sekkei dan Nippon Koei, serta sejumlah pakar ditemui untuk mendapat masukan yang tepat atas desain bandara.

Menurut Budi, desain bandara yang menelan investasi sebesar Rp 6,7 triliun itu dipastikan akan memenuhi aspek mitigasi bencana.

Bila terjadi tsunami, bukanlah penghalang yang dibangun, tetapi bagaimana memastikan agar air dapat mengalir.

Usulan tersebut, berasal dari sejumlah ahli asal Jepang yang telah malang melintang dalam urusan tsunami.

"Misalnya listrik, tidak boleh di lantai 1, (tapi) di lantai 2. Lantai 1 dibiarkan kalau tsunami, air dibiarkan masuk ke dalam. Hal seperti ini yang kita siapkan lebih awal," jelas Budi. (*/kompas.com)

Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved