UGM Ajak Negara Lain Meneliti Penyakit Jantung Koroner

Partisipasi itu dikemas dalam sebuah program Winter Courser 2018 on Cardiology dengan melibatkan beberapa negara lain.

Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho

Salah satu pemateri, Dr Delvac Oceandy, ahli cardiology dari Manchester University mengatakan pihaknya telah mengembangkan mobile app untuk melakukan deteksi dini penyakit jantung.

Saat ini programnya telah diujicobakan di empat kecamatan di Malang.

Sasarannya adalah desa-desa yang memiliki risiko penyakit jantung yang tinggi.

Dipilihnya pedesaan, hal itu lantaran penyakit jantung saat ini tidak hanya menyerang masyarakat perkotaan saja.

Baca: Tangis Pedih Orangtua Lihat Bayinya Lahir dengan Kondisi Jantung di Luar, Ajaib si Bayi Selamat

"Kami melakukan penilitian di Malang, dengan pengkaderan tim dari Posyandu. Dengan mobile app yang dikembangkan, mereka akan melakukan deteksi dini. Nanti hasil daerah yang menerapkan deteksi dini akan dibandingkan dengan yang tidak memakai. Bila penelitian ini berhasil, tidak menutup kemungkinan bisa digunakan di daerah lain," ulasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UGM, Ova Emilia, mengatakan, dengan diadakannya, Winter Courser 2018 on Cardiology, diharapkan calon profesional kesehatan pendidikan dokter, kesehatan masyarakat, keperawatan dan gizi kesehatan dapat belajar dari pengalaman negara lain.

Dalam program ini UGM mengundang peserta dari kampus-kampus negara lain seperti Nepal, Taiwan, Malaysia,dan Thailand.

"Banyak yang bisa dipelajari dari negara lain. Karena pasti negara lain memiliki gaya hidup, pola makan dan aktivitas yang berbeda dan itu bisa di share di acara ini," ujarnya.

Selama dua pekan, hingga 2 Februari, peserta akan mendapatakan pembekalan materi secara komprehensif dan materi dasar, klinis aplikatif, maupun preventif promotif di masyarakat.

"Diharapkan, para peserta ini nantinya menjadi advokat jantung sehat di tengah masyarakat," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved