Cut and Fill Lahan Airside Bandara NYIA Tengah Dikebut

Pekerjaan persiapan lahan ditarget rampung pada Maret 2018 mendatang untuk dilanjutkan pada tahap konstruksi landasan pacu.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
armada angkut tengah melintas di tengah lahan pembangunan bandara NYIA di Temon 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Proses pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) hingga kini masih berkutat pada tahap cut and fill (gali-timbun) blok lahan airside (fasilitas sisi udara).

Pekerjaan persiapan lahan ditarget rampung pada Maret 2018 mendatang untuk dilanjutkan pada tahap konstruksi landasan pacu.

Saat ini, pemrakarsa pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I melalui kontraktornya, PT Pembangunan Perumahan (PP) melakukan proses cut and fill untuk area landasan pacu.

Pekerjaan dilakukan dari dua arah ujung landasan yakni dari barat maupun timur.

Dari total panjang landasan pacu 3,2 kilometer, cut and fill dari sisi barat sudah mencapai titik 1.400 STA dari sebelah barat.

Kemudian dari sisi timur, sudah bergerak dari STA 3.600 ke sekitar STA 2.500 sehingga sudah tersentuh kurang lebih 1.300 meter.

Baca: Terjebak 3 Bulan di Bandara, Keluarga Zimbabwe Ini Akhirnya Dapat Meninggalkan Thailand

"Prosesnya sudah dimulai sejak November 2017 dengan sistem trial dan running dari dua sisi," kata Contruction Manager PT PP, Ferry Wicaksono, Selasa (23/1/2018).

Adapun proses pemadatan dan perataan struktur tanah menurutnya juga sudah dilakukan bersamaan proses cut and fill.

Saat ini, pemadatan dengan sistem dynamic compaction sudah dilakukan untuk panjang 800 meter dan masih tersisa 2,8 kilometer lagi.

Pemadatan lahan runway ditargetkannya bisa selesai pada akhir Februari mendatang dan sebulan kemudian dirampungkan pemadatan keseluruhan blok airside (runway, taxi way, dan apron) atau pada Maret.

Struktur lahan pembangunan bandara NYIA yang berupa lahan pasir disebutnya relatif mudah dikerjakan ketimbang bandara lain yang pernah ditangani.

Lahan pasir tidak terpengaruh cuaca hujan dan justru menguntungkan karena tidak banyak berdebu.

Dengan demikian, tidak ada kendala berarti yang dihadapinya pada tahap pekerjaan ini karena hanya perlu mengatur metode dan jam kerja saja untuk kejar progres.

"Kami optimistis bisa sesuai target. Setelah pemadatan selesai dan permukaan tanah dibuat serta mungkin, kami akan masuk ke konstruksi," kata Ferry.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved