Pemugaran Eks Bioskop Indra Dimulai Maret

Proyek tersebut rencananya akan mulai dikerjakan pada Maret mendatang, dengan anggaran sekitar Rp 44 miliar

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
tribunjogja/rizki halim
Ex Gedung Bioskop Indra tampak dari dalam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dalam mempercantik kawasan Malioboro terus berlanjut.

Pada tahun 2018 ini, revitalisasi Malioboro tahap ke dua mulai dilangsungkan.

Termasuk di antaranya pemugaran bangunan eks Bioskop Indra.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY, Muhammad Mansyur, mengatakan, proyek tersebut rencananya akan mulai dikerjakan pada Maret mendatang, dengan anggaran sekitar Rp 44 miliar.

"Kalau tidak ada halangan, mungkin awal Maret sudah mulai kita dikerjakan," katanya, saat dijumpai usai menghadiri paparan rencana penataan gedung eks Bioskop Indra, di Komplek Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Yogyakarta, Senin (22/1/2018).

Baca: Pembangunan Eks Bioskop Indra Akan Telan Biaya Lebih Dari Rp 40 Milyar

Mansyur menuturkan, sebagai langkah awal, pihaknya akan mulai melakukan sosialisasi terhadap pedagang kaki lima (PKL), serta komunitas-komunitas lainnya, seperti paguyuban pengemudi becak, maupun andong, yang selama ini menghuni sisi barat Malioboro.

"Satu bulan ke depan, kita adakan semacam sosialisasi, terhadap PKL (pedagang kaki lima), maupun komunitas yang ada di sana. Kan ada juga becak, andong. Akan kita komunikasikan dengan baik. Prinsipnya, kita duduk bareng, dirembug bersama," tuturnya.

Sesuai target yang telah dicanangkan, pemugaran eks Bioskop Indra memakan waktu sekitar 10 bulan. Sehingga, diperkirakan, bangunan yang tidak lagi difungsikan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir itu, bisa dimanfaatkan kembali pada awal 2019 mendatang.

"Pembangunannya selama 10 bulan. Target kami tahun 2019 sudah rampung. Nanti dibangun jadi gedung tiga lantai, daya tampungnya cukup untuk 400 PKL," ujarnya.

Baca: PKL Ilegal di Sekaten Ditertibkan Karena Menutupi Trotoar

Saat ini, lanjut Mansyur, pihaknya sudah menyiapkan zonasi, terkait penataan para pedagang.

Salah satunya, menyediakan lantai basement, yang dibangun khusus untuk menampung barang-barang milik pedagang, yang selama ini ditinggal di tempat jualan.

"Lantai dasar diperuntukan bagi pedagang makanan kering. Kemudian, lantai satu untuk penjual souvenir. Sedangkan lantai paling atas, akan ditempati para pedagang pakaian," cetusnya.

Di samping itu, jelas Mansyur, akan disiapkan pula lahan seluas 2.240 meter persegi, khusus para penjaja kuliner basah. Imbuhnya, lokasi lahan dengan daya tampung sekitar 79 pedagang kaki lima tersebut, tidak jauh, atau masih di sekitaran eks Bioskop Indra.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved