Belalang 'Setan' Beracun Ini Sengat Warga dan Serang Lahan Petani Gunungkidul

Belalang 'setan' memakan daun tanaman jagung, kelapa, pohon jati, berakibat pada matinya tanaman tersebut.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Belalang beracun yang menyerang lahan pertanian milik warga perbatasan Desa Baleharjo, dan Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Senin (22/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Warga di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul mengeluhkan keberadaan ribuan belalang yang menyerang lahan pertanian milik warga setempat.

Belalang yang dikenal dengan nama aularches miliaris tersebut juga mengeluarkan racun yang membuat gatal-gatal.

Keberadaan ribuan belalang tersebut diketahui sudah ada sejak dua pekan yang lalu.

Belalang menyerbu sekitar 3.000 meter persegi milik petani di lahan pertanian di perbatasan Desa Karangrejek, dan Baleharjo, kecamatan Wonosari.

Para petani berusaha menangkap belalang tersebut, namun tersengat oleh racun belalang.

"Belalang itu beracun, beberapa orang sudah tersengat, saat mau menangkapnya. Jadi kami biarkan saja, kami tidak berani,"kata Sumarno, salah seorang Petani di Desa Karangrejek, Senin (22/1/2018).

Sumarno mengatakan, belalang 'setan' tersebut memiliki sayap berbintik kuning serta tubuh berwarna merah.

Mereka memakan daun tanaman jagung, kelapa, pohon jati, berakibat pada matinya tanaman tersebut.

Pihaknya pun sudah melapor kepada pihak desa, namun belum ada tindak lanjut sampai sekarang.

Warga pun sudah melakukan pemberantasan dengan alat seadanya, meskipun jumlahnya terus menerus bertambah.

"Kami pakai alat seadannya untuk mengusir, tapi datang lagi jumlahnya semakin banyak. Kami harap ada tindak lanjut, sehingga tanaman kami tidak mati diserang belalang ini," ujarnya.

Sementara itu, Kasi pemerintahan Desa Baleharjo, Ali Syafrudin mengatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul.

Sampel belalang pun telah diambil dan tengah dilakukan penelitian.

Masyarakat pun diminta bersabar dan diminta untuk berhati-hati terhadap sengatan belalang setan tersebut.

"Sampel sudah diambil dan diteliti, namun kami masih belum mendapatkan hasilnya, dan bagaimana pencegahannya,"katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved