Perlunya Rasa Percaya untuk Hindarkan Ibu dari Mom-Shaming

Namun dalam perjalanan menjadi seorang ibu, terlebih ibu yang baru saja memiliki buah hati, tentu akan menghadapi hal-hal yang baru.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho

Menurut Icha, kadang orang merasa lebih bisa atau lebih baik dalam pengetahuan soal mengasuh anak.

"Kami sebenarnya tidak perlu itu. Zaman sekarang akses informasi sudah terjangkau, kami para ibu juga sudah lebih mudah untuk belajar dengan cara kami sendiri," tutur ibu dari seorang putri berusia 8 bulan ini.

Baca: 3 Tahun Setelah Dibunuh, Baru Ketahuan Otak John F Kennedy Ternyata Hilang Misterius Hingga Sekarang

"Kadang ada juga yang menjadikan bahan bercandaan. Padahal menurut saya parenting ini kurang pas untuk dijadikan bahan bercanda. Bagaimanapun seorang ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya," ungkap Icha.

Hal serupa juga pernah dialami oleh Anisa Meila.

Pada masa kehamilannya, Anisa juga pernah mengalami mom-shaming.

"Iya saya juga pernah diomongi sama orangtua-orangtua kalau salah-salah gitu," kata Anisa. "Itu lumayan bikin baper," imbuh Anisa.

Namun Anisa lebih memilih untuk tak terlalu memedulikan hal tersebut.

"Reaksinya kadang tak jawab kadang tak biarin aja," tutur ibu dari putri yang berusia 20 bulan ini.

Hal yang paling dibutuhkan bagi para ibu ini sejatinya tidaklah rumit. Icha mengatakan dirinya hanya membutuhkan rasa percaya terhadap dirinya dari orang-orang di sekitarnya. "Saya bisa dipercaya merawat anak saya sendiri, itu saja," kata Icha.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved