Breaking News:

Jurnalis Yogya Kritik Warganet melalui Film 'Sumbu Pendek'

Tanpa meminta konfirmasi kepada Jumali, sejumlah tetangga menyebarkan dugaan itu melalui sosial media WhatsApp kepada warga kampung lainnya.

ist
Tangkapan llayar film 'Sumbu Pendek' 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kreativitas ditunjukan para jurnalis Yogakarta.

Dengan alat seadanya, dan dana yang swadaya, mereka telah menelurkan karya film berjudul "Sumbu Pendek."

Film ini tercetus sebagai bahan kritik atas banyaknya reaksi warganet yang mudah bereaksi setelah mendapatkan informasi hoax.

Sumbu Pendek bercerita tentang seorang bernama Jumali yang menjadi korban berita hoax di kampungnya.

Jumali yang semula nganggur dan akhirnya menjadi guru les privat.

Kehidupannya yang mulai membaik dicurigai oleh para tetangganya.

Mereka menguntit Jumali dan menduga laki-laki itu berjualan barang haram.

Tanpa meminta konfirmasi kepada Jumali, sejumlah tetangga menyebarkan dugaan itu melalui sosial media WhatsApp kepada warga kampung lainnya.

Baca: Hati-hati! Jangan Asal Klik Hoax SMS Penipuan dari WhatsApp. Bisa Jadi Berisi Virus!

Film pendek yang melibatkan puluhan jurnalis Yogyakarta dari berbagai media massa cetak, online, dan televisi ini memakan waktu dua minggu untuk pengambilan gambar.

Halaman
123
Penulis: Santo Ari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved