Proses Hukum Kasus Pembubaran Pameran Wiji Thukul Dilanjutkan, Tersangka Ditangguhkan Penahanannya

Dari hasil perundingan yang dilakukan oleh pihak PP dan pihak Kejati DIY diperoleh hasil bahwa proses hukum akan tetap dilanjutkan.

Proses Hukum Kasus Pembubaran Pameran Wiji Thukul Dilanjutkan, Tersangka Ditangguhkan Penahanannya
TRIBUNJOGJA.COM/PRADITO RIDA
Pertemuan antara pihak Pemuda Pancasila dengan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY di salah satu ruang yang berada di Kejati DIY. Nampak perwakilan PP diterima oleh Aspidum dan Asintel Kejati DIY, Selasa (16/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa anggota Pemuda Pancasila (PP) beserta seorang penasehat hukumnya nampak berjalan menembus puluhan anggota PP yang tengah melakukan aksi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY.

Melewati pagar depan, beberapa orang tersebut berjalan masuk ke dalam Gedung Kejati DIY dan menuju salah satu ruangan guna menemui dua orang pejabat di lingkup Kejati DIY.

Dari hasil perundingan yang dilakukan oleh pihak PP dan pihak Kejati DIY diperoleh hasil bahwa proses hukum akan tetap dilanjutkan.

Selain itu, terlapor sekaligus tersangka yaitu Ketua PP wilayah Bantul Doni Saptopo atau yang lebih dikenal Doni Abdul Ghani ditangguhkan penahanannya hingga proses sidang mendatang.

Baca: Puluhan Anggota Pemuda Pancasila Datangi Kejati DIY

Budi Santoso, penasehat hukum dari pihak PP dalam pertemuan tersebut mengatakan, bahwa kejadian yang terjadi di Pusham UII beberapa waktu lalu merupakan tindakan dalam rangka membela NKRI.

Menurutnya, selain tema yang diambil bertentangan dengan ideologi Pancasila, pencopotan lukisan yang dilakukan pihak PP karena tidak ada izin terkait pameran tersebut.

"Kemarin Pusham UII mengadakan pemeran temanya Widji Tukul, karena temanya sayap kiri, Pak Doni mendatangi dan tanya ada ijinnya atau tidak, karena tidak ada lalu minta tolong dihentikan dan jangan dilanjutkan pamerannya," katanya, Selasa (16/1/2018).

"Yang dilakukan itu karena membela NKRI, karena pameran itu masuk ideologi sayap kiri," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved