Normalisasi Sungai di Bantul Tunggu Arus Surut

Posisi air sungai yang masih dalam menjadikan Pemkab ekstra hati-hati dalam mengambil tindakan.

Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Kondisi talud yang jebol di Padukuhan Kedungmiri, Wunut, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Senin (15/1/1018) hanya ditutup terpal untuk menahan gerusan air dari aliran Kali Oya. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul belum bisa mengambil tindakan lebih jauh guna proses normalisasi sungai di wilayah Bantul pasca banjir akhir November 2017.

Posisi air sungai yang masih dalam menjadikan Pemkab ekstra hati-hati dalam mengambil tindakan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Riyantono, mengatakan bahwa kondisi air sungai yang dalam menjadikan Pemkab hanya melakukan upaya jangka pendek guna penanganan talud yang rusak pasca banjir.

Salah satunya titik di Padukuhan Kedungmiri, Sompok, Sriharjo, Imogiri, Bantul.

"Jadi kita beri bantuan karung untuk dibuat talud darurat di Kedungmiri, ada 3000 lebih karung nantinya akan diisi batu dan kerikil kali, nanti akan segera dipasang secara gotong royong bersama warga disana," kata pria yang akrab disapa Toni ini pada Selasa (16/1/2018) siang.

Baca: Puluhan Seniman asal Magelang Menari untuk Kelestarian Sungai

Talud darurat ini dipandang menjadi langkah paling efektif dan aman untuk mencegah kerusakan lebih parah di lokasi.

Pasalnya, sampai kini Pemkab belum bisa melakukan tindakan lebih dari itu misalnya mengeruk dasar sungai atau melakukan normalisasi bantaran sungai.

Mengeruk dasar sungai ini nantinya akan menjadikan material pasir, kerikil dan batu menjadi berkurang.

Material tersebut akan digeser ke sisi kanan kiri kali agar arus air tak langsung mengenai bibir talud.

Karena selama ini, perubahan arah arus menjadikan talud rawan jebol.

Baca: Setelah Jebol, Talud di Imogiri Hanya Ditutup Terpal

"Tapi sekarang air masih dalam, nanti kita selalu kontak dengan warga setempat, mereka yang lebih tau kondisi sungai jika air sudah surut, biasanya kalau air sudah jernih, baru kita bisa melakukan tindakan lebih serius termasuk mendatangkan alat berat untuk normalisasi," kata Toni.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Bantul, Bobot Arifi'aidin mengatakan proses pemulihan jalan di beberapa titik wilayah Bantul memang butuh waktu yang cukup lama paska rusak oleh banjir kemarin.

Termasuk beberapa titik jalan di Sriharjo.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved