Harga Beras di Sleman Masih Tinggi
Berdasarkan pantauan Tribun Jogja, harga beras mengalami kenaikan dari Rp 1.000 sampai Rp 2.000 tiap kilogramnya
Penulis: app | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Harga beras di Kabupaten Sleman masih cukup tinggi.
Berdasarkan pantauan Tribun Jogja, harga beras mengalami kenaikan dari Rp 1.000 sampai Rp 2.000 tiap kilogramnya, Jumat (12/1/2018).
Seperti halnya di Pasar Cebongan, beras jenis IR 64 yang sebelumnya Rp10 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp12 ribu per kilogramnya.
"Harga beras sekarang Rp12 ribu untuk IR 64. Naik, dari sebelumnya Rp10 ribu," jelas Widarti, salah seorang pedagang beras di Pasar Cebongan.
Widarti menjelaskan naiknya harga beras ini sudah berlangsung hampir satu minggu.
Kenaikan disebabkan stok beras yang menipis.
Saat ini, beras-beras yang dijual berasal dari daerah Sragen dan sekitarnya, bukan lagi berasal dari DIY.
"Kemarin kemarau nandur jagung, jadi beras nggak ada," cetusnya.
Baca: Awal Tahun, Harga Beras di Gunungkidul Sudah Melambung Tinggi
Beberapa pembeli menurut Widarti juga mulai mengeluhkan kenaikan harga tersebut.
Terlebih, beras merupakan kebutuhan pokok yang wajib ada.
"Belum bisa diprediksi turunnya kapan. (Beras) jenis lain kemungkinan juga sama. Sembako ini beras saja. Sayuran juga banyak dampak banjir kemarin," pungkasnya.
Giatkan Operasi Pasar
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menjelaskan pihaknya akan menggiatkan operasi pasar agar harga beras dapat kembali stabiil
"Intensifkan operasi pasar, kalau semakin mahal jangan2 ada yang menimbun. Jika ditemukan ada pedagang yang menimbun, saat operasi kalau kita temukan yang kita beri tindakan," tegasnya.
Menurutnya, tingginya harga beras harus segera diatasi agar tidak berdampak pada laju inflasi. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pedagang-beras-cebongan_20180112_135211.jpg)