3 Kali Sekolah ini Dibobol Maling Dengan Modus yang Sama

Bahkan modus yang digunakan pelaku sama, yaitu dengan menjebol jendela ruang guru.

Penulis: rid | Editor: oda
tribunjogja/pradito rida pertana
Kasmi, penjaga malam SD Kintelan I saat menunjukkan jalan masuk pencuri yang kembali menyatroni SD yang dijaganya. Rabu (10/1/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pradito Rida Pertana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekolah Dasar (SD) Kintelan I yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso kembali dibobol maling kemarin, Selasa (9/1/2018).

Bahkan modus yang digunakan pelaku sama, yaitu dengan menjebol jendela ruang guru. Beruntung, dalam aksi ketiga ini tidak ada barang berharga yang diambil oleh pelaku.

Kasmi (38), penjaga malam SD Kintelan I mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika ia terbangun saat hendak beribadah di saat shubuh.

Ketika hendak keluar ruangan berjaganya ia mendapati pintu ruangan guru sebelah utara terbuka. Mengetahui hal tersebut ia lantas memeriksa ruangan guru yang sebelumnya dibobol maling.

"Karena sudah dibobol maling 2 kali, saya tidurnya pasti sekitar jam 2-3 pagi. Shubuh saya bangun dan lihat pintu ruang guru kok sedikit terbuka. Karena curiga, saya cek ruangannya dan sudah acak-acakan," katanya, Rabu (10/1/2018).

"Kemungkinan kejadiannya sebelum shubuh itu, saya heran padahal saya tidur sudah dini hari tapi kok bisa tahu waktu selonya," ujarnya.

Mengetahui hal tersebut ia mengecek barang-barang di dalam ruangan dan tidak ada yang hilang.

Meski demikian, ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mergangsan untuk ditindaklanjuti kembali.

Menurutnya, pelaku masuk lewat jendela yang sebelumnya pernah dijebol maling saat akhir dan awal tahun kemarin.

"Sudah ketiga kalinya ini, masuknya juga dari jendela yang sudah ditutupi papan. Jadi pas pertama nako jendela bagian bawah di jebol, terus ditutup papan. Kejadian kedua nako atas dijebol dan akhirnya ditutup pakai papan besar. Yang ketiga ini dijebol lagi, kalau triplek bagian bawah utuh," ujarnya.

"Tidak ada yang dicuri tapi dalamnya diacak-acak semua, isi laci dikeluarkan dan berantakan. Mungkin kesal karena tidak ada barang berharga," imbuhnya.

Ia menambahkan, sekitar setengah pagi petugas Polsek Mergangsan datang dan melakukan olah TKP dan memeriksa sidik jari tersangka di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kapolsek Mergangsan melalui Kanit Reskrimnya Iptu Ahmad Irwan membenarkan hal tersebut.

Menurutnya pihaknya kini masih melakukan penyelidikan dan mendalaminya untuk menangkap pelaku yang diduga lebih dari satu orang dalam melakukan aksinya tersebut.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved