Lebih dari 500 Orang Tiap Hari Sambangi Disdukcapil Sleman untuk Bikin KIA
Sejak diluncurkan 28 November 2017 lalu, antusias masyarakat Sleman dalam menyambut program Kartu Identitas Anak (KIA) sangat tinggi.
Penulis: app | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejak diluncurkan 28 November 2017 lalu, antusias masyarakat Sleman dalam menyambut program Kartu Identitas Anak (KIA) sangat tinggi.
Tercatat, ratusan orang menyambangi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman untuk membuat KIA, Kamis (4/1/2018).
Kepala Disdukcapil Sleman, Jazim Sumirat menjelaskan animo masyarakat sejauh ini sangat tinggi.
Respons yang ditunjukan masyarakat pun sangat bagus, sehingga tercata rata-rata 500 orang berkunjung ke Disdukcapil Sleman untuk mengurus KIA.
"KIA lumayan lama (antrenya), tapi itulah seni melayani masyarakat," jelas Jazim.
"Kita siapkan 24 ribu keping blangko," timpalnya.
Jazim menjelaskan pentingnya KIA ini, berdasarkan Undang-undang diamanatkan setiap penduduk harus lah memiliki kartu identitas.
Oleh karenanya keberadaan KIA ini penting terutama berkaitan dengan pelayanan publik.
"Prinsip KIA adalah kartu identitas, amanat UU setiap penduduk harus punya identitas selama ini kan baru yang punya 17 tahun ke atas," terangnya
"Oleh karena itu diperlukan KIA, manfaatnya contoh untuk anak-anak yang beraktifitas di luar mau naik kereta api, pesawat kan ndak punya. Sekarang pakai itu (KIA) yang berkaitan dengan pelayanan publik," bebernya.
Perekaman Baru Bisa di Disdukcapil
Lanjut Jazim, untuk perekaman KIA sejauh ini masih dilakukan di Disdukcapil.
Jazim mengaku belum bisa menargetkan kapan perekaman KIA bisa dilakukan di kecamatan.
"Perekaman belum bisa di kecamatan. Yang untuk kecamatan harus dipersiapkan regulasi Pergubnya. Verifikasi akta kelahiran, kecamatan juga belum bisa," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kartu-identitas-anak-kia_20180104_113754.jpg)